Dapat Hibah Penelitian Internasional dari UK, Universitas Muhammadiyah Ponorogo Kembangkan Inklusi Disabilitas di Indonesia

Dapat Hibah Penelitian Internasional dari UK, Universitas Muhammadiyah Ponorogo Kembangkan Inklusi Disabilitas di Indonesia
Dapat Hibah Penelitian Internasional dari UK, Universitas Muhammadiyah Ponorogo Kembangkan Inklusi Disabilitas di Indonesia

Universitas Muhammadiyah Ponorogo telah dianugerahi Hibah Kemitraan Inklusi Disabilitas Inggris-Indonesia oleh British Council yang diluncurkan Senin, (15/01/2024). Inisiatif berdurasi 12 bulan ini memberikan dampak signifikan terhadap pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya bagi mahasiswa penyandang disabilitas, seiring dengan dimulainya pembentukan “Persatuan Disabilitas Pendidikan Tinggi Indonesia” (I-HEDU).

Proyek ini melanjutkan keberhasilan kerja sama sebelumnya antara Coventry University (CU) dan Universitas Surrey, Inggris, Universitas Muhamadiyah Ponorogo (UMPO) dan Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia. Dua inisiatif penting, Proyek Rumah Harapan Mulya yang didanai British Council dan proyek ACES yang didanai UKRI-ESRC, telah membuka jalan bagi perluasan kolaborasi ini. Inisiatif-inisiatif ini berfokus pada pelibatan komunitas penyandang disabilitas dan marjinal melalui program kesukarelaan dan pendekatan partisipatif yang menyenangkan.

Tujuan utama I-HEDU adalah untuk menjawab beragam kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas di universitas-universitas di Indonesia dengan menciptakan jalur menuju pendidikan tinggi dan menyebarkan praktik terbaik. Pendekatan kami bersifat eksperiensial dan partisipatif, dipandu oleh prinsip-prinsip yang menyenangkan, mendorong dialog yang bermakna, kreasi bersama, inklusivitas, dan dampak jangka panjang, melibatkan mahasiswa dan staf penyandang disabilitas, komunitas mereka, calon mahasiswa, personel universitas, orang tua, dan LSM. Proyek ini akan berlangsung dalam tiga tahap: Orientasi, Pembangunan Praktik, dan Konsolidasi, dengan pencapaian tertentu dan jangka waktu selama dua belas bulan. Tujuan utama kami adalah menciptakan model inklusi disabilitas yang dapat ditiru di pendidikan tinggi, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia tetapi juga negara-negara ASEAN lainnya dan Inggris.

Hasil yang diharapkan dari proyek ini mencakup pembentukan I-HEDU, solusi strategis dari kegiatan partisipatif di mana intervensi akar rumput dan bottom-up dapat difasilitasi untuk mengatasi tantangan dan peluang untuk meningkatkan akses terhadap HE, sebuah program sukarela sebagai jalan menuju pengembangan kebijakan yang empatik, pendampingan dua arah antara anggota staf dengan siswa penyandang disabilitas, dan sosialisasi praktik terbaik melalui berbagai saluran. Manfaatnya lebih dari sekedar dampak langsung terhadap siswa penyandang disabilitas; proyek ini mendorong kolaborasi penelitian internasional, mempromosikan praktik pendidikan tinggi yang inklusif, memperkenalkan pedagogi inovatif, dan menunjukkan komitmen Inggris untuk mengatasi tantangan global.

Rochmat Aldy Purnomo selaku ketua peneliti dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengatakan “Saya gembira dengan potensi transformatif dari Hibah Kemitraan Inklusi Disabilitas Inggris-Indonesia. Bersama dengan Coventry University (lead), Universitas Negeri Malang (co-lead), Universitas Muhamadiyah Ponorogo, dan Universitas Surrey, kami berkomitmen untuk mendobrak hambatan dan menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan mudah diakses bagi mahasiswa penyandang disabilitas di Indonesia”. Nantikan perkembangan terbaru kami dalam perjalanan kami menuju pembentukan Serikat Disabilitas HE Indonesia dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan inklusif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*