Wujudkan Gerakan Lumbung Hidup Keluarga, STIEM Cilacap Teken MoU dengan Majelis Ekonomi Ketenagakerjaan PP ‘Aisyiyah

STIEM Cilacap teken MoU dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PP Aisyiyah (Dok. Istimewa)
STIEM Cilacap teken MoU dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PP Aisyiyah (Dok. Istimewa)

Guna mewujudkan Usaha Lumbung ‘Aisyiyah bagi Petani Perempuan dan Pegawai Migran Indonesia (PMI) Purna. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Cilacap bekerjasama dengan Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) lewat Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan pada Rabu,  (08/05/2024) di Ruang Rapat Kampus STIEM Cilacap.

Ketua STIE Muhammadiyah Cilacap, Tri Nur Indah Yanti Yulian mengatakan program ini akan diawali dengan pelatihan pembibitan. Ia menjelaskan bahwa program tersebut akan dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik kampus seluas 750 meter persegi (15 x 50 meter). “Kita berkolaborasi dengan MEK PPA untuk memanfaatkan lahan milik Kampus, di mulai dengan kegiatan pembibitan,” ujarnya.

“Setelah dilakukan pementakan, Kecamatan Kesugihan menjadi salah satu kantong PMI Purna dan akan dipilih menjadi pilot proyek program tingkat Nasional, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui usaha lumbung hidup ‘Aisyiyah,” ungkap Nur Indah.

Ke depan, STIEM Cilacap berharap bisa lebih bersinergi dengan Persyarikatan, khususnya ‘Aisyiyah, sebagai bukti kontribusi STIEM Muhammadiyah Cilacap dengan Persyarikatan. “Program ini menjadi sarana promosi STIEM. Salah satunya dalam rangka pemberdayaan ekonomi keluarga bagi petani perempuan dan PMI purna,” harap Nur Indah.

Sementara Ketua PP ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar menjelaskan bahwa Program Lumbung Hidup ‘Aisyiyah harus berkembang. Sebab, mulai dari PPA, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) serta Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) telah serius membahas dan memikirkannya. “Pembahasan dan pemikiran sebagai modal awal, melangkah mewujudkan lumbung hidup ‘Aisyiyah,” paparnya.

Lebih lanjut, Ketua MEK Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Eka Handriani juga berharap para pimpinan daerah hingga cabang bisa bersinergi dan saling menguatkan, termasuk pemberdayaan ekonomi. “Kegiatan-kegiatan yang ada di PD ‘Aisyiyah untuk mendekat kepada kampus-kampus milik Muhammadiyah. Harus selalu bersinergi, dalam semua aktivitas. Jadi dalam ber-’Aisyiyah itu, pemberdayaan ekonomi diunggulkan, khususnya untuk MEK,” ujarnya.

“Kami punya tugas untuk pemberdayaan ekonomi. Jadi kalau hanya ‘Aisyiyah sendiri, pastinya tidak bisa menjangkau lebih banyak, tetapi kalau bisa sinergi dengan lembaga lain maka bisa mencapai output lebih banyak,” jelas Eka.

Eka menyebut bahwa pilot proyek pertama di Kabupaten Cilacap terdapat 22 petani yang dibina dan diharapkan akan menularkan ke PD ‘Aisyiyah yang lain. “Tiga bulan ke depan akan diadakan launching kegiatan ini, se-PWA Jawa Tengah. Lahan yang digunakan milik Kampus STIEM Cilacap sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM),” tutupnya. []Ron

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*