Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Dua PTMA, yakni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), berhasil meraih juara dalam ajang Shell Eco-marathon Middle East & Asia 2026 yang diselenggarakan di Lusail International Circuit (LIC), Qatar, pada 21–25 Januari 2026.
Kompetisi yang juga dikenal sebagai Shell Eco-marathon Qatar 2026 ini merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan lebih dari 70 tim mahasiswa dengan sekitar 1.000 peserta dari 15 negara, antara lain Indonesia, Tiongkok, India, Korea Selatan, Malaysia, Arab Saudi, Singapura, dan Qatar. Dalam ajang ini, seluruh tim berupaya untuk merancang kendaraan dengan efisiensi energi tertinggi melalui inovasi teknologi dan strategi pengelolaan energi yang optimal. Ajang ini menjadi wadah pengembangan inovasi mahasiswa dalam bidang kendaraan hemat energi dan mobilitas berkelanjutan.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Innovative Mechanical and Electrical Engineering (IMEI) dari UMSIDA meraih Juara I kategori Prototype Battery Electric. Tim IMEI dinilai unggul dalam aspek efisiensi energi, keandalan sistem kelistrikan, serta performa kendaraan listrik yang dikembangkan.

Dikutip dari akun media sosial resmi Tim IMEI UMSIDA, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras dan dedikasi seluruh anggota tim. Tim IMEI juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan penuh sehingga keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, Tim IMEI menyampaikan terima kasih kepada pimpinan UMSIDA, dosen pembimbing, serta keluarga dan rekan-rekan yang memberikan dukungan moral dan doa selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Tim menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak di lingkungan kampus.
Sementara itu, Tim AL-Qorni dari UAD juga berhasil meraih Juara I kategori Prototype Vehicle Design pada ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui kendaraan prototipe bernama Niskala, yang dinilai memiliki keunggulan desain dari sisi estetika dan teknis.

Ketua Tim AL-Qorni, Farhan Bastian, menjelaskan bahwa kendaraan prototipe tersebut dikembangkan melalui proses riset dan perancangan yang mempertimbangkan aerodinamika, pemilihan material, serta integrasi sistem mekanik dan elektrik. Menurutnya, penghargaan ini hasil kerja kolektif dan dedikasi tim dalam merancang kendaraan masa depan.
Shell Eco-marathon Qatar 2026 merupakan penyelenggaraan kedua berturut-turut di Qatar dan menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di tingkat internasional. Lusail International Circuit sebagai tuan rumah menyediakan lintasan berstandar profesional yang memungkinkan mahasiswa menguji kendaraan pada kondisi nyata.
Chief Executive Officer Lusail International Circuit, Abdulaziz Ali Al Mohannadi, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi ruang kolaborasi generasi muda lintas negara dalam mengembangkan solusi mobilitas berkelanjutan, sejalan dengan visi Qatar dalam bidang pendidikan dan keberlanjutan.
Keberhasilan UMSIDA dan UAD dalam ajang Shell Eco-marathon Qatar 2026 menegaskan peran PTMA dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi modern. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong penguatan budaya akademik, kolaborasi internasional, serta pengembangan teknologi berkelanjutan di lingkungan PTMA.
Be the first to comment