Upaya penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi terus dikembangkan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuning) melaksanakan riset terkait pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pendekatan bermain.
Penelitian ini merupakan bagian dari Program Penelitian Fundamental Riset Muhammadiyah dengan judul “Eksplorasi Konsep Dasar STEM melalui Aktivitas Bermain (Play-Based Learning) dalam Perkembangan Kognitif Anak di TK Aisyiyah Kabupaten Kuningan.”
Riset tersebut dipimpin oleh Ricki Yuliardi bersama tim yang terdiri dari Oman Hadiana dan Nika Cahyati. Ketiganya memiliki kepakaran yang saling melengkapi, mulai dari pendidikan STEM, evaluasi pembelajaran, hingga pendidikan anak usia dini.
Kegiatan penelitian dilaksanakan di dua lembaga PAUD, yakni TK Aisyiyah 1 Kuningan dan TK Labschool UM Kuningan. Kedua lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki lingkungan belajar yang mendukung penerapan pendekatan bermain sebagai media eksplorasi konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Ketua tim peneliti menjelaskan bahwa pendekatan play-based learning menjadi strategi yang efektif untuk mengenalkan konsep dasar STEM kepada anak sejak dini. Melalui aktivitas bermain yang dirancang secara sistematis, anak-anak dapat mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan berpikir ilmiah secara alami.
Selain aspek kognitif, integrasi aktivitas bermain juga memberikan dampak pada perkembangan psikomotor anak. Aktivitas yang melibatkan gerak dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang lebih menyeluruh.
Dari sisi pendidikan anak usia dini, pendekatan berbasis bermain dinilai selaras dengan karakteristik belajar anak. Guru didorong untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan partisipatif agar proses belajar berlangsung aktif dan bermakna.
Selama penelitian berlangsung, tim melakukan observasi pembelajaran, uji coba permainan edukatif, serta interaksi langsung dengan guru dan peserta didik. Hasil dari riset ini diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran Play-Based STEM Learning yang dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai lembaga PAUD.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan penelitian ini karena dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kualitas pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas anak dalam proses belajar.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah dalam mendorong riset pendidikan yang inovatif dan berdampak. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan praktisi PAUD dalam mengintegrasikan pembelajaran STEM melalui pendekatan bermain.
Be the first to comment