Dosen UM Bandung Dorong Gaya Hidup Zero Waste untuk Kurangi Dampak Lingkungan

Dosen UM Bandung Dorong Gaya Hidup Zero Waste untuk Kurangi Dampak Lingkungan
Noviani Arifina Istiqomah Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Bandung

Kesadaran terhadap isu lingkungan terus menjadi perhatian di kalangan akademisi. Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Noviani Arifina Istiqomah, mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup zero waste sebagai langkah nyata mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak pernah benar-benar selesai, melainkan hanya berpindah tempat dan meninggalkan dampak jangka panjang.

“Sampah yang kita hasilkan tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat dan meninggalkan jejak kerusakan yang lebih lama dari masa penggunaannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep zero waste tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menekankan pada upaya sadar untuk mengurangi limbah melalui pola konsumsi yang lebih bijak.

“Zero waste adalah upaya mengurangi sampah secara sadar dengan cara yang realistis dan berkelanjutan, tanpa harus menunggu sempurna,” jelasnya.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan barang sekali pakai yang tidak esensial. Selain itu, ia juga mendorong penerapan prinsip 5R dalam pengelolaan sampah, yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengomposkan).

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan sampah makanan yang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap lingkungan.

“Membuang makanan sama dengan menyia-nyiakan sumber daya seperti air, energi, dan tenaga yang digunakan dalam proses produksinya,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, terutama di tengah gaya hidup konsumtif. Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Dunia tidak membutuhkan segelintir orang yang sempurna, tetapi jutaan orang yang mau berproses meskipun perlahan,” tambahnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

“Kita tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Yang penting adalah kemauan untuk berubah secara bertahap dan konsisten,” tegasnya.

Melalui pendekatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dapat tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*