WARTAPTM.ID, KLATEN – Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) menggelar Wisuda dan Pengambilan Sumpah Tenaga Kesehatan Periode April 2026 pada Selasa (14/4/2026) di Al Hakiim Convention Hall, Klaten. Dalam prosesi tersebut, sebanyak 178 lulusan resmi dikukuhkan dari berbagai program studi.
Wisuda ini menjadi momentum penting bagi UMKLA dalam melepas lulusan yang diharapkan mampu berkontribusi di tengah masyarakat, sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMKLA, Sutaryono, dalam laporan akademiknya merinci komposisi lulusan yang terdiri dari program sarjana, profesi, hingga diploma di bidang kesehatan dan pendidikan.
Ia menegaskan komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang memadai, moral yang kuat, serta semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ia juga berharap pengalaman selama studi dapat menjadi bekal masa depan para lulusan.
“Semoga ilmu, pengalaman, dan jaringan yang dibangun selama di kampus dapat memberi manfaat di dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan,” tambahnya.
Rektor: Lulusan Harus Jadi Penggerak Perubahan
Rektor UMKLA, Sukamta, dalam sambutannya menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian.
“Wisuda bukan akhir dari mimpi, tetapi awal pengabdian dan masa depan,” ungkapnya.

Mengusung semangat Solid Bergerak, Siap Berkarya, UMKLA Berkemajuan, ia mendorong lulusan untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja.
“Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta peluang, penggerak perubahan, dan pembawa manfaat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan nyata akan dihadapi di tengah masyarakat.
“Ilmu yang dimiliki akan diuji oleh realitas kehidupan. Kejujuran diuji dengan godaan, dan kesabaran diuji dengan tekanan,” pesannya.
Sukamta juga memaparkan komitmen UMKLA untuk terus meningkatkan mutu. Saat ini UMKLA memiliki 3 Fakultas dengan 14 Program Studi, terdiri dari 8 Program Sarjana, 2 Program Profesi, 4 Program Diploma, serta 2 Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pemerintah Kabupaten Klaten yang diwakili oleh Slamet turut memberikan pesan kepada para lulusan, khususnya tenaga kesehatan.
“Wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya. Tenaga kesehatan adalah profesi mulia yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika profesi.
“Jagalah sumpah profesi yang telah diucapkan. Jangan pernah mengabaikan etika, karena kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat berharga,” lanjutnya.
Penguatan Karakter dan Jejaring Muhammadiyah

Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sutrisno, menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill di era digital.
“Karakter, adab, dan akhlak menjadi fondasi utama dari setiap keberhasilan,” ujarnya.
Ia juga mendorong lulusan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sebagai bagian dari kemandirian.
“Entrepreneurship perlu ditumbuhkan sebagai mindset dan jiwa dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun jejaring alumni dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah.
“Jalin komunikasi dengan alumni PTMA di seluruh Indonesia, karena banyak di antara mereka telah berada di posisi strategis,” pesannya.
Wisuda ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menandai lahirnya lulusan UMKLA yang telah menunjukkan prestasi di berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun internasional.
Melalui momentum ini, UMKLA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berintegritas, kompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Be the first to comment