UNIMMA Dorong Mitigasi Inklusif, Latih Komunitas Disabilitas Hadapi Bencana

WARTAPTM.ID, MAGELANG — Komitmen menghadirkan edukasi kebencanaan yang inklusif ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui keterlibatan dosennya dalam pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi komunitas disabilitas di Kota Magelang.

Kegiatan yang digelar bersama BPBD Kota Magelang ini mengusung tema “Bersama Lebih Kuat: Mitigasi Bencana Inklusif untuk Komunitas Disabilitas” dan diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang.

Dalam kegiatan tersebut, dosen UNIMMA, Robiul Fitri Masithoh, menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam mitigasi bencana, khususnya bagi kelompok disabilitas dengan kebutuhan yang beragam.

“Mitigasi bencana harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas. Pendekatan yang tepat bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemandirian,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup prosedur tanggap darurat hingga teknik mitigasi yang disesuaikan, seperti penggunaan instruksi verbal bagi tunanetra, visual bagi tunarungu, hingga teknik evakuasi aman untuk penyandang disabilitas fisik.

Tidak hanya teori, peserta juga dilibatkan dalam praktik langsung. Simulasi evakuasi dilakukan untuk memastikan peserta memahami langkah-langkah konkret saat menghadapi situasi darurat.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus membangun kepercayaan diri komunitas disabilitas dalam menghadapi risiko bencana.

“Disabilitas bukanlah batasan untuk bertahan dan beradaptasi. Dengan pengetahuan yang tepat, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk selamat,” tambah Robiul.

Selain UNIMMA, kegiatan ini juga menghadirkan perspektif dari komunitas difabel melalui Susianah yang menyoroti pentingnya lingkungan ramah disabilitas dalam situasi kebencanaan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang tidak hanya responsif, tetapi juga inklusif dan berkeadilan.

Melalui kegiatan ini, UNIMMA menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam pengabdian masyarakat, khususnya dalam isu-isu kemanusiaan.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas komunitas disabilitas sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.

Be the first to comment

Leave a Reply