UMPWR Kukuhkan 211 Wisudawan, Dorong Lulusan Jadi Problem Solver di Era Global

UMPWR Kukuhkan 211 Wisudawan, Dorong Lulusan Jadi Problem Solver di Era Global
Wisuda Sarjana dan Magister Periode II 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Purworejo. (Sabtu, 9/5/2026).

WARTAPTM.ID, PURWOREJO — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) mengukuhkan sebanyak 211 lulusan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo, Sabtu (9/5/2026).

Prosesi wisuda ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, pemerintah daerah, hingga mitra strategis dan keluarga wisudawan yang memadati auditorium.

Dari total lulusan, sebanyak 93 merupakan laki-laki dan 118 perempuan. Sebanyak 77 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude sebagai capaian akademik yang mencerminkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus.

Selain itu, inovasi dalam penyelesaian studi juga terlihat dari 59 mahasiswa yang lulus melalui jalur tanpa skripsi. Skema ini menjadi alternatif tugas akhir berbasis karya dan luaran akademik yang menunjukkan perkembangan pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi.

UMPWR juga mewisuda delapan lulusan program magister yang berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika.

Salah satu momen yang mencuri perhatian dalam wisuda kali ini adalah kisah inspiratif dua wisudawan difabel netra, yakni Udin Prasojo dan Umi Musfiroh. Pasangan suami istri tersebut berhasil menyelesaikan studi melalui jalur non skripsi berbasis karya cipta.

Udin Prasojo menuntaskan studinya melalui karya aransemen berjudul NETRA RASA yang telah memperoleh hak cipta resmi. Sementara itu, Umi Musfiroh menghasilkan karya lagu berjudul Rebab Tanpa Kawat yang juga telah mendapatkan pengakuan hak cipta.

Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian di tengah dinamika global.

“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Gelar akademik yang Saudara sandang bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga disrupsi akibat dinamika geopolitik.

“Jadilah problem solver, bukan problem maker; innovator, bukan hanya follower; dan leader, bukan sekadar pekerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, turut menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci utama kemajuan bangsa.

“Bangsa Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi harus mengandalkan sumber daya manusianya yang maju,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah diraih oleh UMPWR, baik dalam penyelenggaraan pendidikan maupun peningkatan kualitas lulusan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian yang diraih. Terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Muhammadiyah,” ujarnya.

Dalam konteks pengembangan kelembagaan, ia mendorong UMPWR untuk terus memperkuat sinergi dan soliditas internal sebagai fondasi menuju perguruan tinggi unggul di lingkungan PTMA.

“Kami berharap UMPWR dapat terus melesat dan segera menjadi bagian dari PTMA unggul. Penguatan program studi dan peningkatan kualitas menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa momentum wisuda tidak hanya menjadi penanda kelulusan mahasiswa, tetapi juga refleksi atas keberhasilan institusi dalam menjalankan mandat pendidikan. Lebih lanjut, ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pengembangan diri, baik melalui studi lanjutan maupun kontribusi nyata di masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Bagi yang ingin melanjutkan studi, silakan terus mengembangkan diri di jenjang berikutnya, baik di UMPWR maupun di tempat lain yang sesuai dengan minat dan kompetensi,” pungkasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar menjadi insan yang “berdampak”, yakni mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kompetensi yang dimiliki.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi UMPWR untuk terus memperkuat kualitas lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Dengan bekal kompetensi, nilai keislaman, serta semangat Islam berkemajuan, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Be the first to comment

Leave a Reply