WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Kelompok 26 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menginisiasi inovasi produk berbasis potensi lokal melalui workshop pembuatan sabun alami berbahan buah belimbing bertajuk “Starglow Bar”.
Kegiatan ini digelar di Pendopo Griyo Asmoro, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Ahad, 26 Juli 2026, dengan melibatkan anggota Karang Taruna setempat.
Workshop tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN-T yang berfokus pada pengembangan potensi unggulan desa. Buah belimbing yang selama ini dikenal sebagai ikon Desa Watesari diolah menjadi produk perawatan tubuh yang memiliki nilai tambah.
Ketua Tim KKN-T 26, M. Bagus Achsanul Qolbi, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan jiwa kewirausahaan generasi muda.
“Kami ingin memanfaatkan buah belimbing yang menjadi salah satu ikon desa menjadi produk sabun alami bernilai tambah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan produk lokal seperti ini diharapkan mampu membuka peluang usaha kreatif bagi pemuda desa.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN, Qurani Vira Ramadani. Materi yang diberikan mencakup pengenalan alat dan bahan, prosedur keselamatan kerja, proses produksi, hingga teknik pengemasan produk.
“Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa buah belimbing tidak hanya dapat dikonsumsi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk perawatan tubuh yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Pendekatan ini menekankan bahwa inovasi tidak berhenti pada produksi, tetapi juga mencakup aspek branding dan pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.
Dalam praktiknya, mahasiswa juga menekankan pentingnya keselamatan kerja, terutama dalam penggunaan bahan seperti soda api (NaOH) yang bersifat korosif.
Proses pembuatan sabun dimulai dari pengolahan sari buah belimbing, pencampuran minyak alami, hingga tahap trace sebagai indikator terbentuknya sabun. Selanjutnya, adonan dicetak dan melalui proses curing selama 4–6 minggu agar menghasilkan sabun yang aman digunakan.
Produk kemudian dikemas dengan label “Starglow Bar”, sehingga siap digunakan maupun dipasarkan sebagai produk unggulan berbasis potensi desa.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan keterlibatan aktif anggota Karang Taruna dalam setiap tahapan pembuatan sabun.
Ketua Karang Taruna Desa Watesari, M. Dimas Dwi Cahyono Putra, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Umsida yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Workshop ini tidak hanya mengajarkan cara membuat sabun, tetapi juga memberikan inspirasi untuk mengolah buah belimbing sebagai potensi usaha yang dapat terus dikembangkan,” ujarnya.
Melalui program ini, KKN-T Umsida tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem inovasi berbasis desa.
Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan produk unggulan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
Be the first to comment