UMPR Wisudakan 340 Lulusan, Didorong Siap Hadapi Tantangan Global dan Ciptakan Peluang

UMPR Wisudakan 340 Lulusan, Didorong Siap Hadapi Tantangan Global dan Ciptakan Peluang

WARTAPTM.ID, PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menggelar Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI dengan meluluskan sebanyak 340 mahasiswa, di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (1/8/2026).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Muhammad Akbar, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Moh. Mudzakkir, jajaran pimpinan UMPR, civitas akademika, serta keluarga wisudawan.

Rektor UMPR, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa dari total 340 lulusan, terdiri atas 160 lulusan program pascasarjana dan 180 lulusan program sarjana.

“Wisuda bukan akhir perjalanan mahasiswa, tetapi menjadi langkah awal menuju kehidupan nyata yang penuh tantangan dan persaingan. Jadikan ilmu sebagai bekal untuk terus mengembangkan kualitas diri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa selain kompetensi akademik, lulusan juga perlu memiliki mental tangguh dan kemampuan adaptasi yang kuat. “Modal utama dalam kehidupan bermasyarakat adalah kemampuan mengelola mental yang kuat. Dunia kerja akan menghadirkan banyak tantangan yang harus dihadapi,” tambahnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai akademik yang telah dibangun selama masa studi.

“Nilai kejujuran, transparansi, dan integritas harus terus dijaga, karena itulah yang akan membangun kepercayaan masyarakat kepada para alumni,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kompetensi agar pembelajaran di perguruan tinggi tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menilai wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi momentum awal bagi lulusan untuk berkontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Jangan hanya berpikir menjadi pegawai negeri. Jadilah pencipta lapangan kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan global seperti transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang menuntut lulusan untuk adaptif dan responsif terhadap perubahan. “Perubahan terjadi sangat cepat. Lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi melalui gerakan dan tindakan nyata,” lanjutnya.

Edy turut mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan UMPR dalam peningkatan kualitas SDM, termasuk melalui program kuliah gratis dan pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, menyampaikan apresiasi atas perkembangan UMPR, termasuk keberhasilan membuka program studi kedokteran dan kedokteran gigi.

“Alhamdulillah, UMPR menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki program S1 Kedokteran, serta termasuk tujuh yang memiliki Fakultas Kedokteran Gigi,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan berkelanjutan dalam aspek kualitas, tata kelola, dan SDM. “Kita tidak boleh berpuas diri. Setelah satu capaian, harus dilanjutkan dengan peningkatan berikutnya, baik secara kelembagaan, tata kelola, maupun penguatan SDM,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah saat ini memiliki jaringan luas dengan 165 perguruan tinggi, termasuk di tingkat internasional, sehingga para lulusan menjadi bagian dari ekosistem global. Lebih lanjut, Mudzakkir mengajak para wisudawan untuk memahami pentingnya tiga modal utama dalam kehidupan, yakni modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik.

“Ilmu pengetahuan, jejaring, dan gelar akademik harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply