UMP Masuk 10 Besar PTMA Nasional Berdasarkan SINTA Score 3 Years

UMP Masuk 10 Besar PTMA Nasional Berdasarkan SINTA Score 3 Years

WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menempati peringkat kedelapan di antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) berdasarkan SINTA Score 3 Years. UMP mencatat skor 172.389 dalam pemeringkatan berbasis kinerja riset dan luaran akademik tersebut.

Capaian tersebut menempatkan UMP dalam jajaran 10 besar PTMA nasional. Dalam pemeringkatan yang sama, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berada di posisi kesembilan dengan skor 170.436, disusul Universitas Muhammadiyah Makassar di posisi kesepuluh dengan skor 162.493.

SINTA Score menjadi salah satu indikator yang merekam kinerja akademik perguruan tinggi, antara lain melalui penelitian, publikasi ilmiah, sitasi, kekayaan intelektual, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai luaran akademik lainnya yang tercatat dalam sistem SINTA.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.Si., QIA, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika dalam membangun ekosistem penelitian di UMP.

“Alhamdulillah, masuknya UMP dalam 10 besar PTMA dengan capaian riset terbaik di Indonesia menjadi kabar yang membanggakan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian,” ujar Sri Wahyuni saat dikonfirmasi di Purwokerto, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, capaian riset tidak cukup diukur dari jumlah karya ilmiah yang dihasilkan. Penelitian juga perlu memiliki kualitas, relevansi, dan dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian persoalan di masyarakat.

“Bagi kami, penelitian tidak boleh berhenti pada laporan atau publikasi. Hasil riset harus terus didorong agar dapat dikembangkan menjadi inovasi, rekomendasi kebijakan, teknologi tepat guna, maupun berbagai solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Sri Wahyuni mengatakan UMP terus mendorong peneliti untuk memperluas kolaborasi, baik lintas program studi dan disiplin ilmu maupun dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta mitra nasional dan internasional.

Kolaborasi dinilai penting karena persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin. Kerja sama riset juga dapat memperkuat kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan peluang pemanfaatan hasil penelitian.

“Kami terus mendorong dosen untuk membangun kolaborasi yang lebih luas. Riset masa depan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar penelitian semakin kuat secara akademik sekaligus semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Penguatan budaya riset juga diarahkan dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Dengan keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman penelitian sekaligus mengenal proses pengembangan ilmu sejak berada di bangku kuliah.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengapresiasi capaian UMP tersebut. Menurutnya, posisi kedelapan PTMA menjadi hasil kerja bersama LPPM dan seluruh sivitas akademika, khususnya para dosen dan peneliti.

“Kami bangga dengan capaian prestasi UMP yang menempati peringkat kedelapan PTMA dengan capaian riset terbaik di Indonesia. Ini merupakan hasil kerja tim LPPM UMP dan seluruh dosen di UMP,” ungkapnya.

Namun, Darmawan menegaskan bahwa pemeringkatan bukan menjadi tujuan akhir. UMP akan terus memperkuat kualitas penelitian, produktivitas publikasi, sitasi, hilirisasi hasil penelitian, kekayaan intelektual, hingga pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.

“Peringkat menjadi salah satu indikator untuk mengukur perkembangan kita. Namun, tujuan yang lebih besar adalah menghadirkan penelitian yang berkualitas dan berdampak,” tegasnya.

Menurutnya, hasil penelitian perlu terus diarahkan agar tidak berhenti di ruang akademik. Pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat berkembang menjadi inovasi, menjadi rujukan, maupun menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Capaian SINTA Score 3 Years sebesar 172.389 tersebut menjadi salah satu pijakan bagi UMP untuk melanjutkan penguatan ekosistem riset. Kampus juga mendorong agar kegiatan penelitian berjalan beriringan dengan pengabdian kepada masyarakat sehingga hasil akademik dapat ditransformasikan menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.

“Kami bersyukur atas capaian ini, tetapi tentu tidak boleh cepat berpuas diri. Ini justru menjadi energi untuk meningkatkan kualitas, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan lebih banyak riset yang memberikan kebermanfaatan,” pungkas Darmawan.

Be the first to comment

Leave a Reply