Mahasiswa KKN UAD Bantu Asesmen Dampak Gempa di Manggarai Barat

Mahasiswa KKN UAD Bantu Asesmen Dampak Gempa di Manggarai Barat
Mahasiswa KKN UAD Bantu Asesmen Dampak Gempa di Manggarai Barat (Dok. KKN AB UAD).

WARTAPTM.ID, MANGGARAI BARAT, NTT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergerak melakukan asesmen dampak gempa di wilayah tersebut.

Sejak 18 Agustus 2026, mahasiswa KKN UAD bersama pemerintah desa mendatangi rumah-rumah warga untuk mengidentifikasi kondisi dan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Asesmen juga dilakukan terhadap sejumlah fasilitas umum, termasuk tempat ibadah seperti masjid dan gereja.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan pascabencana.

Data hasil asesmen selanjutnya dikoordinasikan secara berkala dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Manggarai Barat. Koordinasi ini dilakukan agar data dampak bencana dapat dihimpun secara terintegrasi dan menjadi acuan dalam menentukan kebutuhan bantuan maupun pendampingan bagi masyarakat.

Kondisi pascagempa turut mendorong mahasiswa melakukan penyesuaian terhadap program kerja KKN yang telah disusun sebelum penerjunan.

Ketua Koordinator KKN AB XIII UAD, M. Farel Naufalino, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah mahasiswa melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, kebutuhan warga pascabencana menjadi prioritas yang perlu segera direspons.

“Perubahan dan penyesuaian program kerja tematik yang telah kami susun sebelum penerjunan merupakan suatu keharusan. Setelah melihat langsung situasi di lapangan dan melalui kesepakatan bersama, masyarakat saat ini jauh lebih membutuhkan program pendampingan psikososial serta mitigasi bencana guna mengurangi dampak trauma,” ujar Farel.

Menurut Farel, pengalihan fokus tersebut tidak berarti seluruh program KKN dihentikan. Program individu maupun kegiatan tematik yang tidak berkaitan dengan kebencanaan tetap akan dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat dan perkembangan pemulihan desa.

“Kami memastikan bahwa program kerja individu maupun program tematik non-kebencanaan lainnya yang telah direncanakan akan tetap dilaksanakan. Pola eksekusinya saja yang akan kami fleksibelkan, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta perkembangan pemulihan desa,” katanya.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UAD dalam proses asesmen dampak gempa. Ia menilai kehadiran mahasiswa membantu pemerintah desa mempercepat pendataan kondisi warga dan fasilitas umum terdampak.

“Akurasi data dari asesmen ini sangat krusial bagi kami pemerintah desa. Dengan adanya bantuan tenaga dari adik-adik mahasiswa yang jeli mendata rumah warga hingga kondisi masjid dan gereja kami, proses pelaporan ke tingkat kabupaten menjadi jauh lebih cepat dan terstruktur,” ujar Pius.

Selain membantu pendataan, mahasiswa juga diarahkan untuk terlibat dalam upaya pendampingan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. Hal ini menjadi bagian dari penyesuaian pengabdian agar keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung selama proses pemulihan.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UAD, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Manggarai Barat diharapkan dapat memperkuat proses penanganan pascabencana, khususnya dalam pemetaan kebutuhan masyarakat dan penyusunan langkah pemulihan.

Be the first to comment

Leave a Reply