WARTAPTM.ID, TANGERANG — Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang (FH UMT) menggelar yudisium bagi 199 mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik. Prosesi tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan di bangku kuliah sekaligus awal bagi para lulusan memasuki dunia profesional dan pengabdian di tengah masyarakat.
Yudisium berlangsung dalam suasana haru. Keluarga besar FH UMT turut mengenang perjuangan dan pengabdian almarhum Rektor UMT yang dinilai memiliki kontribusi dalam perjalanan dan pengembangan universitas.
Momen tersebut ditandai dengan pemutaran video perjalanan hidup dan pengabdian almarhum. Tayangan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi para lulusan bahwa perjalanan pendidikan mereka tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak yang ikut membangun UMT.
Nilai perjuangan, dedikasi, dan pengabdian tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya, termasuk para lulusan FH UMT dalam kiprah mereka di tengah masyarakat.
Dekan FH UMT Auliya Khasanofa, mengatakan pendidikan hukum tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik. Lulusan juga perlu memiliki karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi persoalan hukum yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, lulusan FH UMT dipersiapkan untuk mengambil peran sebagai penegak maupun pemikir hukum dengan tetap menjunjung etika dan tanggung jawab.
“Tahapan kuliah hanyalah awal, karena kehidupan nyata di masyarakat adalah ujian sesungguhnya. Ilmu yang diperoleh selama berada di Fakultas Hukum harus mampu diterapkan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujar Auliya.
Ia juga berharap FH UMT terus meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan sebagai bagian dari ikhtiar menuju Akreditasi Unggul. Pesan tersebut menempatkan yudisium bukan sebagai akhir proses pendidikan, melainkan titik awal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di kampus.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UMT Warsito, menitipkan tiga bekal utama kepada 199 mahasiswa yang diyudisium, yakni intelektualitas, integritas, dan kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi lulusan di dunia profesional dan masyarakat akan lebih kompleks dibandingkan lingkungan akademik. Karena itu, lulusan perlu terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil.
“Terus tingkatkan intelektualitas, jaga integritas, dan asah kemampuan adaptasi. Ketiganya menjadi bekal penting untuk menghadapi dinamika masyarakat sekaligus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pencerahan,” pesan Warsito.
Selain kapasitas individual, Warsito mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan jejaring setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
“Kebersamaan adalah kekuatan. Jangan pernah merasa sendiri dalam perjuangan. Saling mendukung, saling mengingatkan, dan jadikan perbedaan sebagai kekayaan, bukan perpecahan,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan kolegial dan jaringan alumni perlu terus dipelihara. Sebab, kiprah lulusan setelah meninggalkan kampus turut membawa nama baik almamater melalui profesi dan pengabdian masing-masing.
Dosen Senior FH UMT Abdul Kadir, turut memberikan pesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.
“Sampai ketemu di lapangan! Semoga ke depannya kalian bisa menjadi pemimpin dan tokoh hukum di Indonesia,” ujarnya.
Be the first to comment