Mahasiswi Teknik Elektro Unismuh Makassar Pelajari Teknologi Sensor dan Instrumentasi di Jepang

Mahasiswi Unismuh Makassar Pelajari Teknologi Sensor dan Instrumentasi di Jepang

WARTAPTM.ID, KANAZAWA — Mahasiswi Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Ayu Andini, mengikuti pembelajaran dan praktik laboratorium teknologi sensor serta instrumentasi ilmiah di Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang, pada 13 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sakura Science Program 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia, Singapura, dan Jepang.

Dalam program yang didukung Japan Science and Technology Agency (JST) tersebut, Ayu bersama peserta lain mempelajari metode analisis menggunakan spektrofotometri, sistem flow injection analysis, serta prinsip dasar pengukuran berbasis sensor. Kegiatan ini memperkenalkan penerapan teknologi elektronika dalam mendukung proses pengukuran dan analisis ilmiah.

Pembelajaran diawali dengan sesi Experience Analytical Chemistry, yang mengenalkan peserta pada fasilitas laboratorium kimia dan metode analisis menggunakan spektrofotometri. Peserta kemudian mempelajari sistem flow injection analysis untuk memahami penggunaan instrumen dalam proses pengukuran dan analisis sampel.

Pengalaman tersebut memberi Ayu kesempatan untuk melihat penerapan ilmu Teknik Elektro dalam bidang yang bersinggungan dengan analisis kimia. Teknologi sensor, elektronika, dan pengolahan data menjadi bagian penting dalam pengembangan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung penelitian.

Sakura Science Program 2026 melibatkan 23 mahasiswa dari tiga institusi pendidikan tinggi, yakni 16 mahasiswa Kanazawa Institute of Technology, empat mahasiswa Singapore Polytechnic, dan tiga mahasiswa Unismuh Makassar.

Program ini mengusung tema “Build, Measure, and Bring It Home: Learning Analytical Chemistry through Japanese Science and Engineering.” Melalui pendekatan lintas disiplin, peserta mempelajari analisis kimia sekaligus mengenal pengembangan instrumen analisis portabel berbasis teknologi elektronika.

Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa berkolaborasi merancang instrumen sederhana yang memadukan sumber cahaya berbasis light-emitting diode (LED), sensor cahaya, dan mikrokontroler. Perpaduan komponen tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk memahami proses perancangan sistem pengukuran.

Program berlangsung secara hibrida selama hampir satu bulan. Kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 3 Oktober 2026, dilanjutkan pembelajaran tatap muka di KIT pada 12–18 Oktober 2026, dan diakhiri dengan presentasi serta evaluasi daring pada 31 Oktober 2026.

Untuk mendukung pertukaran pengetahuan, penyelenggara membagi peserta ke dalam kelompok lintas institusi. Ayu tergabung dalam kelompok pertama bersama mahasiswa Singapore Polytechnic dan KIT. Melalui kerja kelompok tersebut, peserta berkesempatan bertukar pengalaman dan perspektif akademik dari latar belakang pendidikan yang berbeda.

Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Muh. Syafaat S. Kuba, mengapresiasi kesempatan yang diperoleh Ayu untuk mengikuti pembelajaran internasional tersebut. Menurut dia, pengalaman praktik di Jepang dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan teknologi elektronika.

“Pengalaman Ayu mempelajari teknologi sensor dan instrumentasi di Jepang sangat relevan dengan bidang Teknik Elektro. Kami berharap kesempatan ini dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami penerapan teknologi elektronika, khususnya untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan inovasi,” kata Syafaat.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi mahasiswa Fakultas Teknik lainnya untuk meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan peluang program akademik internasional. Pengalaman belajar di lingkungan berbeda juga dapat mempertemukan pemahaman teoretis dengan praktik pengembangan teknologi.

Sementara itu, Wildhan Burhanuddin, pendamping mahasiswa Sakura Science Program dari Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, menilai program tersebut memberi mahasiswa pengalaman belajar lintas disiplin.

“Yang menarik dari Sakura Science adalah mahasiswa tidak hanya belajar berdasarkan program studinya masing-masing. Mereka juga melihat secara langsung bagaimana ilmu Teknik Elektro, Informatika, dan analisis lingkungan dapat saling terhubung dalam pengembangan sebuah teknologi. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membangun cara berpikir mahasiswa yang lebih terbuka dan inovatif,” ujar Wildhan.

Menurut Wildhan, interaksi dengan mahasiswa dari Singapura dan Jepang juga membuka ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan adaptasi dalam lingkungan akademik internasional.

Partisipasi Ayu dalam Sakura Science Program 2026 menjadi salah satu bentuk pengalaman akademik internasional mahasiswa Unismuh Makassar. Pembelajaran laboratorium dan kolaborasi lintas negara diharapkan memperkaya pemahaman Ayu mengenai teknologi sensor dan instrumentasi serta menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan penelitian dan industri.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply