WARTAPTM.ID, SEMARANG — Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjajaki kerja sama internasional dengan ST Dominic College of Asia (SDCA), Filipina, Senin (19/10/2026). Penjajakan ini membuka peluang kolaborasi di bidang pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian, pengembangan kapasitas, hingga program gelar bersama.
Pertemuan berlangsung di Ruang VIP Gedung Kuliah Bersama (GKB) III Lantai 9 UNIMUS dan dihadiri jajaran pimpinan serta sejumlah ketua program studi. Pembahasan diarahkan pada pengembangan kemitraan akademik yang relevan dengan bidang ilmu komputer, teknologi informasi, multimedia, dan desain komunikasi visual.
Sejumlah skema yang dibahas meliputi short course, pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan dan pengembangan kapasitas, pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi pengajaran, penelitian bersama, serta kemungkinan program dual degree atau joint degree.
Dekan FIKOMDIGI UNIMUS, Dr. Muhammad Munsyarif, M.Kom., Ph.D., mengatakan penjajakan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat internasionalisasi fakultas sekaligus memperluas pengalaman akademik mahasiswa.
“Kerja sama internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar dalam lingkungan akademik yang berbeda, membangun jejaring internasional, serta memahami perkembangan teknologi dan industri digital dari perspektif global,” ujar Munsyarif.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pertukaran mahasiswa dan dosen. Program ini dapat dikembangkan melalui kunjungan akademik, kuliah tamu, pertukaran pengalaman pembelajaran, maupun kegiatan akademik jangka pendek.
Bagi mahasiswa, program tersebut berpotensi memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi dan industri digital di negara mitra. Sementara itu, pertukaran dosen dapat membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman pengajaran antara kedua institusi.
Peluang kolaborasi juga terlihat dari kesesuaian bidang keilmuan kedua kampus. FIKOMDIGI UNIMUS memiliki bidang Informatika, Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Kecerdasan Artifisial, Sains Data, dan Magister Informatika. Adapun School of Communication, Multimedia, and Computer Studies di SDCA memiliki program BS Information Technology, BS Multimedia Arts, dan BA Communication.
Kesamaan bidang tersebut membuka kemungkinan pengembangan pembelajaran bersama, terutama pada teknologi informasi, informatika, komunikasi, multimedia, dan desain. Program Desain Komunikasi Visual FIKOMDIGI, misalnya, berpeluang berkolaborasi dengan program BS Multimedia Arts SDCA melalui proyek kreatif bersama, kuliah kolaboratif, atau program akademik jangka pendek.
“Kolaborasi tidak harus berhenti pada pertukaran mahasiswa. Kami melihat ada banyak ruang yang dapat dikembangkan, mulai dari pembelajaran bersama, pertukaran dosen, penelitian, pengembangan kapasitas, sampai kemungkinan program gelar bersama,” jelas Munsyarif.
Selain bidang pembelajaran, kedua institusi juga menjajaki peluang penelitian bersama dan pengembangan kapasitas. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada proyek riset, publikasi ilmiah, pelatihan profesional, serta pertukaran pengetahuan sesuai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Kerja sama pengabdian kepada masyarakat juga menjadi salah satu skema yang dibahas. Melalui program ini, dosen dan mahasiswa dari kedua institusi berpeluang mengembangkan kegiatan bersama yang menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Penjajakan UNIMUS dan SDCA turut mencakup kemungkinan pengembangan program dual degree atau joint degree. Skema tersebut berpotensi memperluas pilihan pengalaman akademik mahasiswa, tetapi memerlukan pembahasan lanjutan sebelum dapat diwujudkan.
Sejumlah aspek yang perlu diselaraskan meliputi kurikulum, transfer kredit, mekanisme akademik, dan regulasi pendidikan tinggi di kedua negara. Karena itu, program gelar bersama masih menjadi peluang pengembangan kerja sama, bukan program yang telah dipastikan berjalan.
Munsyarif menjelaskan, pelaksanaan pertukaran mahasiswa nantinya juga memerlukan seleksi dan pemetaan akademik oleh program studi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan yang diikuti di perguruan tinggi mitra relevan dengan capaian pembelajaran serta dapat diakui sesuai ketentuan akademik yang berlaku.
Penjajakan dengan SDCA diharapkan menjadi langkah awal bagi FIKOMDIGI UNIMUS untuk mengembangkan kemitraan akademik internasional yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diarahkan agar tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berlanjut menjadi program yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, dan penguatan riset.
Melalui peluang kolaborasi ini, FIKOMDIGI UNIMUS berupaya membuka akses bagi sivitas akademika untuk berinteraksi dengan lingkungan pendidikan tinggi internasional, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi, komunikasi, kreativitas, dan industri digital.

Be the first to comment