Unismuh Makassar dan Pemkab Sinjai Perkuat Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi Daerah

Unismuh Makassar dan Pemkab Sinjai Perkuat Kerja Sama Pendidikan hingga Ekonomi Daerah

WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjalin kerja sama untuk mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, kesehatan, dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Kesepahaman tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda dan Bupati Sinjai Ratnawati Arif, di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Selasa (20/10/2026).

Kerja sama ini mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya daerah, serta pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Kedua pihak diharapkan dapat menerjemahkan kesepahaman tersebut menjadi program konkret yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sinjai.

Dalam sambutannya pada Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar, Ratnawati menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Melainkan sebuah komitmen bersama untuk membangun daerah melalui sinergi yang konkret antara dunia akademik dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Ratnawati, peningkatan kualitas SDM perlu menjadi perhatian utama dalam pembangunan Sinjai. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, perlu berjalan seiring dengan perbaikan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sinjai pada triwulan pertama 2026 mencapai 11,04 persen. Namun, capaian tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam bidang pendidikan dan pelatihan, Ratnawati berharap Unismuh dapat membantu meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah daerah. Bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara lain pendidikan formal, pelatihan vokasi, lokakarya, dan bimbingan teknis yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan serta pelayanan publik.

Ratnawati juga menyoroti pentingnya pembangunan kualitas manusia sejak dini. Menurut dia, kesehatan ibu dan anak menjadi bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Membangun SDM mulai dari dalam perut, ibu sudah harus sehat,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dapat berkontribusi dalam penguatan program kesehatan di Sinjai, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Selain kesehatan, Pemkab Sinjai membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Potensi tersebut meliputi sektor kelautan dan perikanan, pertanian, hortikultura, hingga peternakan.

Ratnawati menyebut Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Tellulimpoe sebagai kawasan yang memiliki potensi kelautan dan perikanan. Sementara itu, Kecamatan Sinjai Barat dikenal memiliki potensi hortikultura, termasuk komoditas kentang dan kubis.

Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan untuk membantu memetakan potensi tersebut, memperkuat basis data, serta merumuskan strategi pengembangan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.

Ia juga menyinggung pemasaran hasil pertanian Sinjai ke luar daerah, termasuk Kalimantan, serta perkembangan perdagangan komoditas peternakan. Potensi itu, menurutnya, perlu didukung pendataan dan tata kelola yang lebih baik agar kontribusinya terhadap perekonomian daerah dapat tergambarkan secara akurat.

“Kalau kita bangga dengan Sinjai, buktikan kebanggaan kita dengan memperlihatkan bahwa kita bangga dengan kampung kita. Kita torehkan karya,” kata Ratnawati.

Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pembinaan AIK. Ratnawati berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat pendidikan keagamaan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Ia mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Kedekatannya dengan Muhammadiyah juga telah terjalin sejak kecil, ketika ia mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak Muhammadiyah di Makassar.

“Saya alumni Muhammadiyah mulai dari TK. Boleh dong bahagia sedikit,” tuturnya, disambut tepuk tangan peserta wisuda.

Ratnawati mengungkapkan, rencana kerja sama dengan Unismuh sebenarnya telah dirintis sejak lama. Ia turut mengapresiasi Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, yang dinilai konsisten membangun komunikasi hingga kesepahaman tersebut dapat ditandatangani.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan harus diukur dari pelaksanaan program dan manfaat yang diterima masyarakat, bukan sekadar jumlah dokumen kerja sama.

“MoU ini harus segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis serta program-program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Sinjai,” tegasnya.

Ia berharap Unismuh dan Pemkab Sinjai segera merumuskan langkah operasional dengan mempertemukan kepakaran akademik dan kebutuhan pembangunan daerah. Pelaksanaan kerja sama, lanjutnya, perlu mengedepankan prinsip produktif, transparan, dan akuntabel.

Penandatanganan MoU dengan Pemkab Sinjai berlangsung dalam rangkaian Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/10/2026), dengan jumlah lulusan mencapai 1.598 orang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Unismuh Makassar juga menandatangani kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya.

Melalui kemitraan dengan Pemkab Sinjai, Unismuh diharapkan dapat memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Tindak lanjut yang terarah akan menjadi kunci agar kapasitas akademik kampus dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply