Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) memberangkatkan sembilan relawan tenaga kesehatan ke Aceh Tengah, Rabu (21/1). Pengiriman relawan ini menjadi bagian dari respons Persyarikatan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Sembilan relawan yang diberangkatkan merupakan tenaga kesehatan lintas disiplin, terdiri atas dua dokter, empat perawat, satu apoteker, satu bidan, serta satu tenaga ahli gizi yang sekaligus bertugas sebagai penanggung jawab logistik. Selain mengirimkan personel, UNIMUS juga menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan sarana pendukung kesehatan untuk menunjang pelayanan medis di lokasi bencana.

Adapun relawan kesehatan UNIMUS yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini adalah Dr. dr. Rochman Basuki, M.Sc., PAK., dr. Nina Anggraeni Noviasari, M.Kes., FISPH., FISCM., Mustakim, S.Gz., M.Gz., Palupi Handayani, apt., S.Si., Ns. Achmad Anang Sugondo, S.Kp., Ns. Arnauly Nurvega Syafaat, S.Kep., Sity Anggraeningsari Wirawati, A.Md.Keb., S.H., Ns. Nurhalimah, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J., serta Ns. Rahma Julia Setyaningtyas, M.Kep.
Wakil Rektor III UNIMUS, Eny Winaryati, dalam arahannya menekankan bahwa peran relawan tidak berhenti pada pelayanan kesehatan semata. Menurutnya, relawan juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kondisi lapangan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada publik serta para donatur.
“Informasi dari lapangan sangat penting, tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai gambaran nyata kondisi masyarakat terdampak. Kami berharap tim relawan dapat berbagi laporan singkat, foto, maupun video yang bisa kami kelola dari Semarang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah, tanpa memandang status kebencanaannya. “Ini adalah panggilan kemanusiaan sekaligus bagian dari syiar Islam,” tambahnya.

Senada dengan itu, Rektor UNIMUS, Masrukhi, mengingatkan seluruh relawan untuk senantiasa menjaga amanah kemanusiaan serta nama baik institusi dan Persyarikatan Muhammadiyah selama menjalankan tugas di lapangan.
“Apa yang Bapak dan Ibu lakukan bukan hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga marwah UNIMUS dan nilai-nilai kemanusiaan Muhammadiyah. Muhammadiyah akan terus hadir menolong saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik nasional maupun non-nasional,” tegasnya.
Masrukhi juga menjelaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui tenaga, keilmuan, maupun dukungan pendanaan. Ia menyebutkan bahwa dana solidaritas nasional yang dihimpun melalui Lazismu telah mencapai sekitar Rp59 miliar dan ditargetkan terus bertambah hingga Rp70 miliar untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Menutup sambutannya, Rektor UNIMUS menyampaikan doa dan harapan agar seluruh relawan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk terus menolong sesama.
Melalui pengiriman relawan kesehatan ini, UNIMUS berharap kehadirannya di Aceh Tengah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam aksi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Be the first to comment