WARTAPTM.ID, KARANGANYAR – Inovasi di bidang kesehatan kembali lahir dari kalangan akademisi Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, menghadirkan Buku Saku Digital SMART-HTN sebagai solusi peningkatan kepatuhan pasien hipertensi.
Peluncuran inovasi ini dilakukan di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, Karanganyar, pada 8 April 2026, yang sekaligus menjadi lokasi implementasi program berbasis riset tersebut. SMART-HTN juga telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan merupakan luaran dari Hibah Penelitian Fundamental RisetMu Diktilitbang Muhammadiyah.
Dalam keterangannya, Prima menyoroti bahwa tantangan utama dalam pengendalian hipertensi tidak hanya terletak pada layanan kesehatan, tetapi juga pada rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi.
“Berdasarkan studi pendahuluan yang kami lakukan, tingkat kepatuhan minum obat dan pengelolaan gaya hidup pada pasien hipertensi masih sangat rendah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berimplikasi langsung pada meningkatnya risiko komplikasi serius.
“Hal ini berdampak langsung pada tingginya risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung,” jelasnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, SMART-HTN dikembangkan sebagai pendekatan edukasi kesehatan yang lebih interaktif dan aplikatif. Buku saku digital ini memuat panduan komprehensif terkait manajemen hipertensi, mulai dari pemantauan tekanan darah mandiri, kepatuhan terapi, aktivitas fisik, hingga pengendalian faktor risiko dan pola hidup sehat.
Keunggulan program ini terletak pada integrasi edukasi digital dengan pendekatan nurse-led intervention yang melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan pasien. Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan medis dan praktik keseharian.
Tak hanya berdampak pada layanan kesehatan, inovasi ini juga menghasilkan capaian akademik. Bersama tim kolaborator, Prima berhasil menghadirkan publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi serta sejumlah produk HKI, termasuk buku saku digital dan konvensional, hingga buku ajar ber-ISBN.

Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, dr. Rifai Gani Saputra, turut mengapresiasi implementasi program tersebut. Ia menilai inovasi ini memberikan manfaat langsung bagi pasien.
“Kami sangat senang karena program ini sangat membantu pasien dalam memahami penyakitnya dan meningkatkan kepatuhan pengobatan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dihadirkan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong perubahan perilaku pasien secara berkelanjutan.
“Ini bukan hanya edukasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro terus mendorong layanan berbasis inovasi dan riset. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan ini menjadi contoh konkret sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, pengembangan SMART-HTN akan diarahkan pada platform berbasis aplikasi Android agar dapat diakses lebih luas. Prima berharap inovasi ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan hipertensi berbasis self-management.
“Edukasi kesehatan tidak boleh berhenti di fasilitas pelayanan. Harus berlanjut di rumah, di keluarga, dan dalam kehidupan sehari-hari pasien,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang berbasis riset, inovatif, dan kontekstual, SMART-HTN diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menekan angka komplikasi hipertensi sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia.
Be the first to comment