Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ihsan Taufik Rohman berhasil meraih Juara 2 kategori Stone dalam ajang International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang digelar di Jakarta melalui karya inovatif bertajuk Arum Merapi.
Dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut, Ihsan menampilkan produk kreatif yang memanfaatkan limbah batu Merapi yang dipadukan dengan kayu jati. Material tersebut diolah menjadi stone passive diffuser, yaitu produk aromaterapi yang dapat digunakan untuk menemani aktivitas sehari-hari maupun membantu menciptakan suasana relaksasi.
Ihsan menjelaskan bahwa karyanya tidak hanya mengedepankan nilai estetika, tetapi juga mengangkat aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan material sisa yang memiliki potensi ekonomi.
“Limbah batu Merapi sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki fungsi dan nilai tambah. Melalui Arum Merapi, saya berharap potensi kerajinan lokal Magelang bisa semakin dikenal,” ujarnya.
Menurut Ihsan, keikutsertaannya dalam Inacraft memberikan pengalaman berharga dalam memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Ajang tersebut mempertemukannya dengan berbagai pengunjung, mulai dari kolektor, pelaku industri kreatif, hingga calon mitra usaha.
“Mengikuti Inacraft memberi saya kesempatan belajar bagaimana memperkenalkan produk kepada berbagai kalangan, termasuk pelaku industri kreatif. Pengalaman ini sangat berharga untuk mengembangkan karya sekaligus memperluas jejaring,” tambahnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ihsan menunjukkan bahwa integrasi antara keilmuan komunikasi dan pengembangan kearifan lokal dapat menghasilkan karya yang memiliki daya saing.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam ajang seperti Inacraft juga menjadi sarana pembelajaran praktis dalam bidang komunikasi publik dan promosi produk pada skala yang lebih luas.
“Mahasiswa tidak hanya belajar dari sisi akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam membangun jejaring dengan pelaku industri, investor, dan pelanggan dari berbagai negara,” ujarnya.
Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen UNIMMA dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui ruang kreativitas dan kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus mendorong lahirnya inovasi yang memadukan keilmuan, kreativitas, serta potensi lokal agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri kreatif dan pemberdayaan daerah.
Be the first to comment