WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Komitmen internasionalisasi terus diperkuat oleh Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, khususnya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan melibatkan mahasiswa dalam program Learning Express (LeX). Program kolaboratif ini diselenggarakan bersama Singapore Polytechnic dan berlangsung pada 30 Maret hingga 10 April 2026.
Sebanyak tujuh mahasiswa FEB Unismuh Makassar turut ambil bagian dalam program pembelajaran berbasis pengalaman tersebut. Mereka berasal dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen, yang berkesempatan terlibat langsung dalam proses pembelajaran lintas budaya sekaligus memahami dinamika sosial masyarakat secara nyata.
Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi FEB dalam mendorong mahasiswa memiliki wawasan global tanpa mengabaikan sensitivitas terhadap persoalan lokal. Program Learning Express dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menghubungkan mahasiswa dengan realitas sosial, sekaligus melatih kemampuan berpikir kreatif dan solutif.
Integrasikan Perspektif Global dan Konteks Lokal
Dekan FEB Unismuh Makassar, Edi Jusriadi, menegaskan bahwa internasionalisasi tidak sekadar dimaknai sebagai kerja sama luar negeri, melainkan juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa.
“Mahasiswa perlu mampu berpikir secara global, tetapi tetap berpijak pada realitas lokal. Learning Express menjadi ruang yang mempertemukan teori dengan praktik di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak mahasiswa memahami ilmu ekonomi sebatas konsep dan angka. Namun melalui pengalaman langsung di masyarakat, mereka dapat melihat keterkaitan antara aspek ekonomi dengan budaya, perilaku, serta nilai-nilai sosial yang berkembang.
Bangun Soft Skills dan Jiwa Inovatif
Lebih lanjut, program ini dinilai penting dalam membentuk berbagai kompetensi non-akademik mahasiswa, seperti kemampuan komunikasi lintas budaya, kerja sama dalam tim internasional, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
Menurut Edi, Learning Express juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide inovatif yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat.
“Mahasiswa FEB harus menjadi agen perubahan. Mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga menghadirkan solusi yang berdampak bagi lingkungan,” tegasnya.
Ia berharap pengalaman ini mampu melahirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.
Program Learning Express menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FEB Unismuh Makassar dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
Ke depan, program-program internasional serupa akan terus dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengalaman global.
Be the first to comment