Kepedulian terhadap warga terdampak bencana ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) yang tergabung dalam program KKN Kebencanaan. Lima mahasiswa Unmuha terjun langsung membantu masyarakat dengan membangun masjid darurat di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah.
Tak sekadar menjalankan kewajiban akademik, para mahasiswa ini berupaya memastikan warga tetap memiliki akses rumah ibadah, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Masjid darurat tersebut dibangun dengan pendekatan ekologis dan kemanusiaan, memanfaatkan kayu sisa material banjir yang diolah kembali menjadi bangunan yang layak dan fungsional.
Pembangunan masjid ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kebencanaan Unmuha dengan Yayasan Kayang serta Yayasan Masjid Nusantara. Sinergi tersebut bertujuan menghadirkan ruang ibadah sementara bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Pembangunan masjid dimulai sejak peletakan batu pertama pada 13 Januari 2026. Alhamdulillah, saat ini progresnya sudah hampir rampung,” ujar Diva Gunawan, salah satu mahasiswa KKN Kebencanaan Unmuha.
Meski menghadapi keterbatasan sumber daya, Diva bersama rekan-rekannya—Sujaa Muthli, Ihsandi Tuah Bayyaku, Jamaluddin, dan Irpan—tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Saat ini, proyek telah memasuki tahap penyelesaian akhir, khususnya pada bagian teras dan fasilitas MCK agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Aksi sosial tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Unmuha, Aslam Nur. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masjid darurat ini sebagai wujud nyata pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Apa yang dibangun mahasiswa bukan hanya struktur fisik, tetapi juga simbol harapan dan semangat bagi warga Kampung Uning Mas. Ini melampaui tugas akademik biasa karena memberikan dampak kemanusiaan yang langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan masjid darurat ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas lintas perguruan tinggi. Selain mahasiswa Unmuha, kegiatan kemanusiaan tersebut turut melibatkan mahasiswa dari Politeknik Aceh dan UIN Ar-Raniry. Sinergi ini diharapkan menjadi penguat spiritual bagi para pengungsi agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk di tengah proses pemulihan pascabencana.
Be the first to comment