WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mendorong Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengintegrasikan keimanan dan keilmuan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya berperan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menghadirkan layanan yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Salmah dalam Sidang Senat Terbuka Milad ke-35 Unisa Yogyakarta di Hall Walidah Dahlan, Rabu (14/10/2026). Milad kali ini mengusung tema “Menguatkan Dampak, Harmoni untuk Semesta”.
“Pembangunan alam semesta itu membutuhkan perpaduan antara berpikir dan berzikir,” kata Salmah.
Menurutnya, kehidupan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kedekatan spiritual sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ia mengapresiasi Unisa Yogyakarta yang menempatkan keimanan dan keilmuan sebagai dua unsur yang saling melengkapi dalam upaya memajukan kehidupan bangsa.
Salmah juga mengapresiasi perolehan izin Unisa Yogyakarta sebagai Lembaga Uji Kesesuaian (LUK) Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada 7 Oktober 2026.
“Bahwa Unisa tidak hanya untuk memberikan pendidikan, dan riset tapi juga memberikan layanan yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Izin tersebut menjadi bagian dari pengembangan peran Unisa di luar pendidikan dan penelitian, khususnya dalam layanan yang berkaitan dengan keselamatan penggunaan peralatan radiologi. Dengan demikian, penguatan kapasitas akademik dapat berjalan beriringan dengan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Perluas kontribusi melalui riset dan pengabdian
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, mengatakan Milad ke-35 memiliki arti penting karena menjadi tahun terakhir pelaksanaan rencana strategis fase berkembang tahap kedua. Pada tahap ini, Unisa menargetkan penguatan daya saing internasional sekaligus perluasan dampak bagi masyarakat.
“Segala pencapaian itu merupakan perwujudan konsistensi UNISA Yogyakarta untuk menjadikan kampus sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak bangsa untuk membangan masa depan,” kata Warsiti.
Ia menjelaskan, mulai 2026 Unisa memperbarui visinya menjadi universitas unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dengan karakter utama berkhidmat pada kemanusiaan dan kebangsaan berdasarkan Islam Berkemajuan.
Menurut Warsiti, pengembangan universitas tidak cukup berorientasi pada peningkatan mutu akademik. Perguruan tinggi juga perlu menghasilkan inovasi dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di 12 kelurahan, program Tangkas Gizi, serta pengembangan aplikasi dan situs web penunjang kesehatan. Unisa juga mengembangkan lingkungan kampus yang aman dan inklusif melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).
Pada Tahun Akademik 2025/2026, Unisa menghasilkan 113 judul penelitian dengan perolehan dana hibah lebih dari Rp3 miliar. Sementara itu, pendanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp1,5 miliar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya universitas mengembangkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V, Setyobudi Indartono, juga mendorong Unisa memperkuat kontribusi pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Ia mengapresiasi pengembangan program studi kebidanan pada jenjang doktor yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia.
“Izinkan saya mengapresiasi Unisa yang membuka program studi kebidanan doktor pertama di Indonesia,” terang Setyobudi.
Ia turut mendukung pengembangan Quranic Science dalam bidang kebidanan serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Unisa melalui pendidikan dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan layanan profesional, Unisa Yogyakarta berupaya memperluas manfaat perguruan tinggi bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema Milad ke-35, yakni menghadirkan dampak yang lebih luas melalui harmoni antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan pengabdian bagi semesta.

Be the first to comment