Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) genap berusia 60 tahun sejak berdiri pada 5 April 1965. Enam dekade perjalanan ini menjadi bukti ikhtiar panjang UMP dalam menghadirkan kualitas pendidikan unggul, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa berbasis nilai keislaman dan kemanusiaan.
Momentum Milad Ke-60 tersebut diperingati dalam Rapat Terbuka Senat Laporan Tahunan Rektor dan Refleksi Akhir Tahun 2025, Senin (29/12/2025) di Aula A.K. Anshori Kampus 1 Ahmad Dahlan UMP.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi atas kinerja, prestasi, dan arah strategis pengembangan UMP. Menurutnya, UMP kini tampil sebagai perguruan tinggi unggul dan berkemajuan dengan rekam jejak prestasi nasional hingga internasional.
“Berbagai prestasi bahkan ambisi UMP luar biasa, termasuk rencana pembangunan gedung baru meskipun pembangunan sebelumnya masih berjalan. Itu menunjukkan keberanian dan semangat maju UMP,” ungkapnya.
Di tengah suasana syukur Milad, Haedar mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap bencana yang tengah terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lain. Baginya, perguruan tinggi harus tetap menempatkan kemanusiaan sebagai ruh gerakan.
Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, turut meyakini UMP akan terus berkembang serta memberi dampak luas bagi masyarakat. Ia mendorong perguruan tinggi melahirkan inovasi nyata, termasuk di sektor kesehatan melalui karya teknologi kader Muhammadiyah.
“Atas nama PWM menyampaikan selamat kepada UMP yang sudah memasuki usia yang ke 60. Dan terus berkembang menjadi kampus unggul berkemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMP, Jebul Suroso, melaporkan bahwa tahun ini menjadi fase lompatan besar UMP. Di antara pencapaian monumental tersebut adalah hibah Presiden Tower dan pengakuan UMP sebagai Kampus Wisata Pertama di Indonesia.
“Kepercayaan publik ini menegaskan UMP tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi mercusuar ilmu pengetahuan. Pengakuan sebagai Kampus Wisata menunjukkan pendidikan dapat hadir dengan wajah yang membahagiakan,” jelasnya.
Selain itu, UMP juga aktif mendampingi ribuan UMKM melalui Halal Center. UMP tumbuh bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi rumah inovasi dan solusi bagi problem umat.
Di tengah capaian besar, UMP tidak melupakan misi kemanusiaan. Dampak bencana di Sumatera menjadi wujud konkret kepedulian UMP melalui pemberian beasiswa, layanan makan gratis bagi mahasiswa terdampak, serta pengiriman relawan ke lokasi bencana.
“Mari momentum 60 tahun ini menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi, bergerak progresif, namun tetap membumi menebar manfaat seluas-luasnya,” tegas Jebul.
Sebagai bentuk komitmen penguatan infrastruktur pendidikan, acara turut dilanjutkan dengan groundbreaking Gedung Megatorium Margono Djoyokusumo Kampus 2 UMP serta peninjauan progres pembangunan Presiden Tower oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah beserta rombongan.
Be the first to comment