Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menyelenggarakan Ramadan Youth Camp 2026 pada 26–28 Februari di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi siswa kelas XII SMA/sederajat untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor Uhamka Prof. Gunawan Suryoputro, para wakil rektor, serta dekan dan wakil dekan dari berbagai fakultas.
Ramadan Youth Camp terbuka bagi siswa kelas XII dari berbagai daerah. Para pendaftar melalui proses seleksi wawancara sebelum akhirnya terpilih 73 peserta terbaik. Sekolah-sekolah yang berpartisipasi berasal dari wilayah Jabodetabek, Karawang, hingga Pandeglang, Banten.
Wakil Rektor IV Uhamka, Muhammad Dwifajri, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan untuk memastikan peserta yang mengikuti kegiatan benar-benar memiliki potensi kepemimpinan.
“Kegiatan ini tentu bertujuan untuk membangun leader di masa depan. Uhamka sangat berikhtiar untuk menyiapkan teman-teman sebagai pemimpin di masa depan. Ini merupakan langkah investasi Uhamka untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4. Yakni pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro menekankan pentingnya kesiapan mental generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, generasi saat ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu bersikap kritis dan kreatif dalam memanfaatkannya.
“Harapannya generasi sekarang harus cerdas dalam menggunakan AI atau kecerdasan digital. Ketika mendapat informasi jangan langsung percaya, tetapi harus dicari faktanya apakah itu benar atau tidak,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa kecakapan digital perlu dibarengi dengan karakter yang kuat. Hal tersebut diperlukan agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui Ramadan Youth Camp 2026, Uhamka berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga penguatan nilai spiritual, kepemimpinan, serta daya saing global.
Selain kegiatan pembinaan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai program studi dan fasilitas kampus. Uhamka diketahui telah menerapkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan sejumlah program studi terakreditasi Unggul.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin yang berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Be the first to comment