WARTAPTM.ID, PURWOKERTO – Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jebul Suroso, menerima penghargaan Cahaya Puhua Award sebagai Tokoh Multikultural. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan 20 tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan di Purwokerto, Jumat (25/4/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Prof. Jebul dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan multikulturalisme.
Penganugerahan berlangsung dalam suasana meriah sebagai bagian dari perayaan dua dekade Puhua School, lembaga pendidikan berbasis multibahasa dan multikultural di wilayah Banyumas. Dalam momentum tersebut, sekolah juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia melalui instalasi 3.024 payung kaligrafi Mandarin (shufa) yang mengangkat tema toleransi dan keberagaman.
Prof. Jebul Suroso menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen kolektif sivitas akademika UMP dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif.
“Penghargaan ini bukan semata untuk pribadi, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar UMP yang terus berupaya menghadirkan kampus sebagai ruang yang terbuka, toleran, dan menghargai keberagaman. Pendidikan harus menjadi ruang perjumpaan, bukan sekat perbedaan,” ujarnya di Purwokerto, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), UMP terus menguatkan nilai moderasi, kolaborasi lintas budaya, dan perspektif global dalam pengembangan pendidikan.
Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan sosial dan kepekaan kemanusiaan.
“Nilai multikulturalisme menjadi kunci di tengah kompleksitas dunia. Kampus harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengembangan Puhua yang juga Sekretaris Yayasan Putera Harapan Banyumas, Shanti K. Nugroho, menjelaskan bahwa penghargaan Cahaya Puhua diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan multikultural di Indonesia.
Ia menekankan bahwa peringatan 20 tahun Puhua School bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat nilai toleransi dan pendidikan inklusif.
“Penghargaan ini kami berikan kepada figur yang mampu menginspirasi dalam membangun harmoni sosial melalui pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut instalasi ribuan payung kaligrafi Mandarin yang memecahkan rekor MURI menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, sekaligus merepresentasikan perjalanan panjang Puhua School dalam mengembangkan pendidikan lintas budaya.
Penghargaan ini semakin menegaskan posisi UMP sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun ekosistem pendidikan berwawasan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kemanusiaan.
Ke depan, peran kampus diharapkan tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang strategis dalam merawat keberagaman dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Be the first to comment