Sinergi FK PTMA dan RS Muhammadiyah Wujudkan Pusat Center Kesehatan Berstandar Internasional

Sinergi FK PTMA dan RS Muhammadiyah Wujudkan Pusat Center Kesehatan Berstandar Internasional
Sinergi FK PTMA dan RS Muhammadiyah Wujudkan Pusat Center Kesehatan Berstandar Internasional

Dalam forum launching 24 Program Pendidikan Doktor Spesialis (PPDS) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Brian Yulianto mendorong Fakultas Kedokteran PTMA dan Rumah Sakit Muhammadiyah untuk dapat diarahkan menjadi pusat rujukan kesehatan yang berstandar internasional.

Lahirnya 24 PPDS menjadi bukti ikhtiar dan upaya dari Fakultas Kedokteran PTMA untuk menuju pada langkah strategis dalam melahirkan tenaga dokter yang berkualitas dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. “Kami yakin bahwa FK PTMA dan rumah sakit Muhammadiyah dapat menjadi pusat rujukan. Namun ini harus diikuti dengan ikhtiar dan langkah strategis untuk mewujudkan ekosistem kesehatan dengan standar internasional,” papar Brian.

Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.,

Brian kembali menekankan bahwa pusat center internasional perlu diwujudkan dengan usaha dan niat yang serius. “Kita perlu menunjukkan bahwa memang kampus kita, rumah sakit kita itu memiliki kualitas. Kualitas perlu dipertahankan, ditingkatkan, dan dapat menjadi rujukan,” tambahnya.

PTMA saat ini memiliki 23 Fakultas Kedokteran dan 7 Fakultas Kedokteran Gigi yang tersebar di seluruh Indonesia (data Februari 2026). Adapun 24 PPDS yang diresmikan terdiri dari 12 PPDS Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diantaranya Ilmu Bedah, Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Jantung dan Pembuluh Darah, Radiologi, Ilmu Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, Psikiatri, Patologi Klinik, Ansetesiologi dan Terapi Intensif, Ortopedi dan Traumatologi, Ilmu Kesehatan Mata, dan Neorologi. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan 3 PPDS diantaranya Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Penyakit Dalam, dan Ilmu Bedah. Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dengan 4 PPDS diantaranya Kedokteran Emergensi, Anastesiologi & Terapi Intensif, Ilmu Bedah, dan Dermatologi, Venereologi, & Estetika. Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yakni Obstetri dan Ginekologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta yakni Kedokteran Keluarga Layanan Primer. Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) yakni Patologi Klinik. Serta, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yakni Kedokteran Keluarga Layanan Primer.

Diakhir, Brian turut mengapresiasi atas upaya dalam melahirkan PPDS di lingkungan kampus Muhammadiyah. “Dari total 150 PPDS yang ada, PTMA menyumbang 24 PPDS dan ini hampir 20 persen, saya turut mengapresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*