WARTAPTM.ID, SIDOARJO – Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026 telah dirilis pada akhir Maret lalu. Bagi siswa yang belum berhasil lolos, peluang untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih terbuka lebar, termasuk melalui berbagai jalur alternatif di perguruan tinggi swasta.
Salah satu kampus yang menawarkan beragam opsi tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yang menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru (PMB) fleksibel tanpa tes untuk sejumlah jalur.
Jalur Prestasi hingga UTBK Tanpa Tes
Direktur Admisi Umsida, Didik Hariyanto, menjelaskan bahwa Umsida telah lama menerapkan seleksi berbasis prestasi, baik akademik maupun non-akademik.
Mahasiswa yang mendaftar melalui jalur SNBP maupun jalur prestasi tidak diwajibkan mengikuti tes tambahan. Syarat utamanya adalah termasuk siswa eligible di sekolah dan memiliki capaian akademik yang baik.
Selain itu, Umsida juga menerima pendaftar melalui nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer. Jalur ini memberi kemudahan bagi siswa yang sudah mengikuti seleksi nasional berbasis tes tanpa harus mengikuti ujian ulang di kampus.
Perlu dicatat, jalur prestasi hanya dibuka hingga gelombang kedua, yakni sampai 30 Juni 2026.
Jalur Influencer, Inovasi untuk Kreator Digital
Inovasi menarik lainnya adalah dibukanya jalur influencer, yang menyasar calon mahasiswa dengan prestasi di bidang konten digital.
Jalur ini ditujukan bagi kreator muda yang memiliki rekam jejak di media sosial, seperti jumlah pengikut atau karya digital yang konsisten. Pendaftaran jalur influencer dibuka terbatas, mulai 15 April hingga 15 Mei 2026.
Meski demikian, beberapa program studi seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi tetap menerapkan seleksi berbasis tes karena keterbatasan kuota dan standar khusus.
Beasiswa Luas dan Biaya Kuliah Terjangkau
Selain kemudahan jalur masuk, Umsida juga menawarkan berbagai skema beasiswa dengan kuota mencapai ratusan mahasiswa.
Program beasiswa tersebut mencakup bantuan untuk mahasiswa berprestasi, kurang mampu, hingga program afirmasi seperti yatim piatu. Bahkan, porsi beasiswa tertentu dapat menjangkau hingga 20 persen dari total penerimaan.
Dari sisi biaya, Umsida menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terintegrasi. Biaya kuliah pun relatif terjangkau, mulai dari kisaran Rp2,5 juta per semester.
Minat Pendaftar Terus Meningkat
Antusiasme calon mahasiswa baru di Umsida juga menunjukkan tren positif. Jumlah pendaftar terus meningkat dan kini mendekati angka 1.000 orang.
Fenomena menarik juga terlihat dari perubahan perilaku siswa yang kini lebih proaktif mendaftar ke kampus swasta tanpa menunggu hasil seleksi perguruan tinggi negeri.
Dengan target sekitar 3.000 mahasiswa baru pada 2026, Umsida optimistis berbagai jalur yang ditawarkan mampu menjangkau lebih banyak calon mahasiswa sesuai potensi masing-masing.
Be the first to comment