Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti program hibah nasional melalui sosialisasi penulisan proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pusat Pengembangan Kreativitas, Konseling, dan Inovasi Mahasiswa ini berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung E UM Kendari pada Jumat (6/3/2026). Agenda tersebut menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik sekaligus kreativitas melalui program kompetitif tingkat nasional.
Kampus Dorong Mahasiswa Lebih Inovatif
Wakil Rektor III UM Kendari, Yusuf, menegaskan bahwa universitas memberikan dukungan penuh agar jumlah proposal mahasiswa yang lolos pendanaan dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam program hibah nasional menjadi sarana penting untuk menumbuhkan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Partisipasi dalam hibah nasional adalah langkah strategis bagi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang inovatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat dalam proses pembangunan, tetapi mampu hadir sebagai aktor yang menghadirkan gagasan kreatif melalui proposal program yang berkualitas.
Respons terhadap Tantangan Era Digital
Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Kreativitas Mahasiswa UM Kendari, Ary Tamtama, menjelaskan bahwa program PPK Ormawa dirancang untuk mendorong mahasiswa lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam penguasaan literasi teknologi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs serta penguatan sumber daya manusia unggul.
Program tersebut, lanjutnya, membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam berbagai tema pengabdian, seperti pengembangan desa wirausaha, desa wisata, kampung iklim, desa sehat, hingga desa berbasis budaya dan maritim.
Dalam sesi panduan teknis, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UM Kendari, Lely Okmawaty Anwar, mengingatkan bahwa penyusunan proposal tidak perlu dianggap rumit selama mahasiswa memahami gagasan yang ingin disampaikan.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sebagai alat bantu dalam proses penyusunan proposal.
“Di era sekarang, AI bisa dimanfaatkan untuk membantu proses administratif maupun penyusunan substansi proposal. Namun mahasiswa tetap harus memahami masalah yang ingin dipecahkan,” ujarnya.
Menurut Lely, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu menghasilkan proposal yang lebih solid dan kompetitif.
Mahasiswa Diminta Turun Langsung ke Masyarakat
Ia menambahkan, kekuatan utama proposal terletak pada relevansi dengan persoalan nyata di masyarakat. Karena itu, mahasiswa disarankan melakukan observasi langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi daerah.
Mahasiswa juga diingatkan untuk memandang masyarakat sebagai mitra strategis dalam program pemberdayaan, bukan sekadar objek kegiatan.
Selain itu, aspek administratif seperti kesesuaian anggaran, kekuatan organisasi kemahasiswaan, serta komitmen kemitraan dengan pemerintah desa juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proposal.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, UM Kendari berharap mahasiswa mampu meningkatkan kualitas proposal sekaligus memperbesar peluang lolos dalam pendanaan hibah nasional pada tahun 2026.
Be the first to comment