Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tanggap Bencana Kiyai Soedjak, UMB bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu mengirimkan relawan untuk membantu penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari instruksi resmi LRB/MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait respon kebencanaan di wilayah tersebut.
Sebanyak empat relawan diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini, yaitu M. S Akhiri, Popi Putri Prananda, Dwi Puji Lestari, dan Marli Alfikri. Mereka diberangkatkan pada 30 Desember 2025 dan akan bertugas selama 14 hari. Setibanya di lokasi, para relawan akan bergabung dengan tim MDMC regional Sumatera untuk memperkuat koordinasi serta memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan efektif dan terstruktur.
Ketua MDMC Bengkulu, Doni Pahlevi, menyampaikan bahwa pengiriman relawan ini merupakan bentuk nyata komitmen MDMC dalam menjalankan misi kemanusiaan Muhammadiyah.
“Respon ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan MDMC Bengkulu untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami berharap para relawan dapat menjalankan tugas dengan baik dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Keduanya menyediakan fasilitas transportasi serta mobil operasional guna mendukung kelancaran tugas lapangan para relawan.
Melalui pengiriman relawan ini, UMB bersama MDMC Bengkulu menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam merawat solidaritas kemanusiaan lintas wilayah. Kehadiran relawan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat sinergi gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) di Sumatera.
Melalui misi ini, MDMC Bengkulu dan UKM Tanggap Bencana Kiyai Soedjak UMB berharap kehadiran relawan di Aceh Tamiang dapat memberikan manfaat nyata bagi penyintas bencana serta memperkuat sinergi antar relawan Muhammadiyah di wilayah Sumatera.
Be the first to comment