Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) melalui Program Studi S1 Administrasi Kesehatan terus memperluas peran pengabdian masyarakat dengan menggelar penyuluhan kesehatan bertema literasi jajanan sehat di SD Muhammadiyah Wedi, Klaten, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 94 siswa dan menjadi bagian dari upaya edukasi dini mengenai pola konsumsi yang aman dan bergizi.
Penyuluhan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SD Muhammadiyah Wedi, Wiwik Setianingsih, menyampaikan apresiasi kepada UMKLA atas terselenggaranya kegiatan promosi kesehatan yang menyasar langsung peserta didik. Ia menilai edukasi semacam ini penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah dasar.
Senada dengan itu, pembimbing kegiatan Sri Handayani, menegaskan bahwa pemilihan makanan jajanan yang sehat dan aman memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak. Menurutnya, asupan gizi yang tepat turut memengaruhi konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, hingga prestasi siswa di sekolah.
Materi penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa tingkat I Program Studi S1 Administrasi Kesehatan UMKLA, yakni Fitria Lintang Putri, Nadia Rizki Rahmadani, Fannia Nur Aisya, Raras Suci Mulyaningrum, dan Dhiefa Ramadhani Wijaya. Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan pentingnya konsumsi jajanan sehat, ciri-ciri makanan yang aman dan tidak aman, cara memilih jajanan yang baik, serta risiko kesehatan akibat mengonsumsi jajanan tidak sehat.
Agar materi lebih mudah dipahami dan diingat, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui kuis dan permainan puzzle. Metode tersebut dirancang untuk meningkatkan partisipasi siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Administrasi Kesehatan UMKLA berharap dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam memilih jajanan yang bersih, aman, dan bergizi. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi, profesionalisme, dan kepekaan sosial sebagai calon tenaga kesehatan di masa depan.
Be the first to comment