Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi tuan rumah Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (BEM PTMAI) Zona IV Jawa Tengah–DIY. Kegiatan yang dikemas bersama Simposium Internasional ini berlangsung selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, dan diikuti pimpinan mahasiswa PTMA se-Jateng dan DIY.
Mengusung tema “Optimalisasi Ekonomi Lingkungan sebagai Pilar Demokrasi Pancasila”, forum ini menghadirkan tokoh nasional, pimpinan Muhammadiyah, hingga narasumber internasional. Sejumlah figur strategis turut menyumbangkan gagasan, di antaranya Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Tenaga Ahli Menko Pangan Fani Dewinta Putri, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Sutrisno, serta Rektor UMP Jebul Suroso, dan Afsahi Badr selaku Director & CEO Intec Group Berlin.
Presiden BEM KM UMP, Yoga Dwi Yuwono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMP sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga ruang strategis lahirnya ide dan kepemimpinan mahasiswa.
“UMP kami harapkan bukan sekadar tempat perkuliahan, tetapi ruang dialektika dan tumbuhnya gagasan-gagasan besar mahasiswa,” ujarnya.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor III UMP Ikhsan Mujahid, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan Silatwil dan Simposium Internasional tersebut.
“Kami merasa senang diberi kepercayaan oleh mahasiswa untuk menjadi tuan rumah. Insyaallah, UMP mendukung penuh kegiatan ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ikhsan Mujahid juga mendorong mahasiswa untuk menangkap peluang besar di sektor kewirausahaan, terlebih dengan hadirnya Menteri Perdagangan RI dalam forum tersebut.
“Rasulullah adalah pedagang. Mari kita siapkan diri menjadi pengusaha, bahkan eksportir,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, memberikan pandangan visioner terkait masa depan kepemimpinan nasional. Ia menantang mahasiswa BEM PTMAI untuk mengambil peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Tahun 2045 Indonesia milik siapa? Saya berharap milik kalian semua, alumni BEM PTMAI. Indonesia adalah negara terbuka, siapa pun punya kesempatan menjadi pemimpin bangsa,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penguasaan tiga pilar utama kekuatan negara, yakni politik, ekonomi, dan pertahanan, agar generasi muda Muhammadiyah tidak sekadar menjadi penonton dalam percaturan global.
Dari perspektif pendidikan tinggi, Sutrisno, mengingatkan mahasiswa agar mulai berinvestasi pada pengembangan diri secara serius. Menurutnya, generasi mahasiswa hari ini akan berada pada puncak karier di masa Indonesia Emas.
“Kuasai bahasa asing, keterampilan digital, dan siapkan diri melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri. Masa depan bangsa akan digambarkan oleh kalian,” pesannya.
Be the first to comment