UMPO Perkuat Pelestarian Reyog melalui Lembaga Konservasi Budaya dan Inovasi

UMPO Perkuat Pelestarian Reyog melalui Lembaga Konservasi Budaya dan Inovasi

WARTAPTM.ID, PONOROGO — Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) memperkuat komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan Reyog Ponorogo sebagai warisan budaya melalui pembentukan Lembaga Konservasi Budaya dan Inovasi Reyog.

Langkah tersebut mengemuka dalam kunjungan perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ke UMPO. Pertemuan yang dihadiri Rektor UMPO,  Rido Kurnianto, para sesepuh Reyog, dan pengurus Yayasan Reyog Ponorogo itu membahas strategi pelestarian budaya lokal, khususnya Reyog Ponorogo.

Reyog Ponorogo menjadi salah satu fokus pembahasan karena memiliki posisi penting sebagai warisan budaya yang perlu terus dijaga keberlangsungannya. Para pemangku kepentingan dalam pertemuan tersebut bertukar pandangan mengenai langkah konkret agar kesenian Reyog tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Dalam konteks tersebut, UMPO menempatkan pelestarian Reyog sebagai bagian dari pengembangan visi kampus sebagai The Reog University. Rektor UMPO Dr Rido Kurnianto menegaskan, perguruan tinggi memiliki ruang strategis untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satu langkah yang disiapkan UMPO adalah membentuk Lembaga Konservasi Budaya dan Inovasi Reyog. Lembaga ini diarahkan menjadi wadah yang mendukung berbagai aktivitas pelestarian dan pengembangan Reyog, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Lembaga ini dibentuk untuk menjadi motor penggerak yang mendukung penuh setiap kegiatan, baik di dalam maupun di luar lingkungan akademik UMPO. Melalui kehadiran lembaga ini, UMPO siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak mana pun dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya Reyog Ponorogo,” tegas Rido.

Kehadiran lembaga tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku seni, tokoh masyarakat, dan pengelola kebudayaan. Dengan pendekatan akademik, UMPO dapat berkontribusi dalam mendokumentasikan, mengkaji, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan Reyog kepada generasi yang lebih luas.

Bagi UMPO, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga keberadaan kesenian tradisional, tetapi juga memastikan warisan tersebut dapat terus beradaptasi dan memiliki relevansi bagi generasi mendatang.

Melalui Lembaga Konservasi Budaya dan Inovasi Reyog, UMPO menargetkan penguatan fungsi kampus sebagai ruang riset, inovasi, dan pengembangan budaya. Upaya tersebut diharapkan ikut menjaga keberlanjutan Reyog Ponorogo sekaligus memperluas kontribusinya di tingkat nasional dan internasional.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply