Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Umsida Entre Vibes Vol. 1 di Kampus 3 Umsida pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan kompetisi produk inovasi yang diikuti pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah dengan menampilkan beragam gagasan berbasis kesehatan, pengolahan limbah, dan keberlanjutan lingkungan.
Kompetisi produk inovasi menjadi salah satu rangkaian utama dalam Umsida Entre Vibes Vol. 1. Melalui ajang ini, Umsida memberikan ruang bagi pelajar untuk mempresentasikan ide kreatif sekaligus mempraktikkan langsung inovasi yang mereka kembangkan.
Ketua Pelaksana Umsida Entre Vibes Vol. 1, Esa Rezki Habibillah, menjelaskan bahwa terdapat empat finalis terpilih yang menampilkan produk inovasi dengan latar belakang dan pendekatan yang beragam.
“Ada empat finalis yang mempresentasikan produk mereka, mulai dari pangan alternatif, minuman berbahan alami, hingga produk ramah lingkungan berbasis limbah,” ujar Esa.
Ia menambahkan bahwa para peserta tidak hanya menyampaikan konsep, tetapi juga mendemonstrasikan cara kerja serta proses pembuatan produk secara langsung di hadapan juri.
Inovasi Pangan dan Kesehatan dari Bahan Alternatif
Salah satu finalis, Tizia dari SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, menghadirkan inovasi kopi alternatif berbahan biji nangka. Produk ini dikembangkan sebagai minuman bebas kafein yang aman dikonsumsi saat perut kosong, namun tetap memiliki karakter rasa menyerupai kopi.

“Inovasi ini dibuat sebagai alternatif kopi sehat dari biji nangka yang bebas kafein,” ungkap Tizia.
Ia menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kegiatan Global Entrepreneurship Week di sekolahnya serta tugas penelitian holistik yang mengintegrasikan bidang biologi dan kimia dengan fokus pada produk herbal. Proses produksi dilakukan secara manual, mulai dari penjemuran, pencucian, penyangraian, hingga penumbukan biji nangka yang selama ini kerap menjadi limbah.
Inovasi lain datang dari Muhammad Arifian Aryansyah (Fian) dari SMA Trensains Tebuireng Jombang yang mempresentasikan CalSea, produk susu kedelai dengan tambahan ekstrak tulang ikan. Menurutnya, inovasi ini memanfaatkan limbah tulang ikan yang sering terbuang di lingkungan pondok pesantren.
“Kami mengolah tulang ikan yang biasanya menjadi limbah menjadi produk bernilai gizi,” jelas Fian.
Produk CalSea dikembangkan sebagai alternatif susu bagi masyarakat dengan intoleransi laktosa, dengan rencana pengembangan varian rasa pada tahap berikutnya.
Produk Ramah Lingkungan dan Inovasi Digital
Dari Banyuwangi, tim SMAN 1 Rogojampi memperkenalkan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah. Produk ini mengusung konsep kepedulian lingkungan sekaligus kesehatan mental remaja.
“Minyak jelantah merupakan limbah berbahaya, sehingga kami olah menjadi lilin aromaterapi,” ujar Claura Suci Nazla Mutia, perwakilan tim.
Keunikan produk ini terletak pada penggunaan stiker Near Field Communication (NFC) yang terhubung dengan playlist Spotify sesuai aroma lilin, sehingga memberikan pengalaman relaksasi yang lebih personal.
Sementara itu, Katlea Gweneva dari SMAN 2 Jombang mempresentasikan Moringa Durian Interactive Yogurt, yogurt berbahan dasar daun kelor dan biji durian. Produk ini dikembangkan melalui proses perebusan dan fermentasi, serta dikemas dengan konsep digital yang dilengkapi sistem pembayaran modern.
Menurut Katlea, kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran untuk melatih keberanian, berpikir kritis, serta mengembangkan ide inovatif secara nyata.
“Kompetisi ini memberikan pengalaman interaktif dan meningkatkan kepercayaan diri kami dalam mempresentasikan inovasi di depan juri,” ujarnya.
Melalui Umsida Entre Vibes Vol. 1, Umsida mendorong tumbuhnya semangat inovasi dan kewirausahaan sejak jenjang pendidikan menengah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung kreativitas generasi muda yang berorientasi pada keberlanjutan dan solusi nyata bagi masyarakat.
Be the first to comment