WARTAPTM.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan kiprah kuatnya di bidang akademik dan riset. Kampus ini berhasil meraih puluhan hibah dalam Program BIMA Tahun Anggaran 2026, yang mencakup berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 9 April 2026, dosen-dosen Unismuh Makassar berhasil memperoleh 48 hibah penelitian serta 18 judul program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Capaian ini tidak hanya menunjukkan produktivitas akademik, tetapi juga menegaskan arah strategis Unismuh dalam membangun tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Muh Arief Muhsin, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Jadi, ini memang bukan kerja instan. Kami di LP3M berupaya serius mendampingi dosen, mulai dari workshop penguatan proposal, lalu dilanjutkan dengan pendampingan yang lebih mandiri dan lebih dekat di ruang rapat LP3M,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa LP3M tidak hanya berperan sebagai fasilitator administratif, tetapi juga sebagai mitra akademik yang aktif mengawal kualitas proposal dosen sejak tahap awal.
“Di situ proposal-proposal dibaca lagi, dicermati lagi, diperbaiki lagi, sampai benar-benar lebih siap untuk diajukan,” tambahnya.
Pendampingan dilakukan melalui berbagai forum, termasuk workshop penyusunan proposal yang tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga mengkaji arah kebijakan pendanaan nasional serta memperkuat substansi akademik setiap usulan.
Menurut Arief, pendekatan ini penting mengingat kompetisi hibah nasional yang semakin ketat.
“Kami ingin dosen merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada ikhtiar kelembagaan yang sungguh-sungguh untuk membersamai proses itu,” tegasnya.
Keberhasilan Unismuh juga mencakup program Pengabdian kepada Masyarakat, yang menunjukkan bahwa penguatan tridarma perguruan tinggi berjalan secara seimbang antara riset dan kontribusi sosial.
Apresiasi atas capaian ini turut disampaikan Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Andi Sukri Syamsuri. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa penguatan akademik kampus berada pada jalur yang tepat.
“Capaian ini bukan hanya membanggakan dari sisi jumlah, tetapi juga penting untuk memperkuat tradisi ilmiah di kampus,” ujarnya.
Menurutnya, hibah tersebut akan memperkaya ekosistem riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa capaian ini selaras dengan peta jalan pengembangan institusi menuju universitas riset bereputasi internasional.
“Perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi harus tampil sebagai pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam skema pengabdian menjadi bagian penting dari visi tersebut.
“Ini bukan semata keberhasilan individu, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Unismuh Makassar melangkah lebih kokoh menuju universitas riset yang bereputasi internasional,” tandasnya.
Di tengah persaingan hibah riset yang semakin kompetitif, capaian ini menjadi bukti bahwa kerja akademik yang dirawat secara konsisten mampu menghasilkan dampak nyata. Unismuh Makassar pun semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang serius membangun ekosistem riset sekaligus memperluas kontribusi pengabdian bagi masyarakat.
Be the first to comment