Unismuh Makassar Gelar KKN Internasional di Thailand Selatan, Teguhkan Pengabdian Global

Unismuh Makassar Gelar KKN Internasional di Thailand Selatan, Teguhkan Pengabdian Global
Unismuh Makassar Gelar KKN Internasional di Thailand Selatan, Teguhkan Pengabdian Global

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menegaskan perannya di tingkat global melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand Selatan. Program ini berlangsung di Provinsi Satun dan menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang mengintegrasikan pengabdian masyarakat, pembelajaran lintas budaya, serta penguatan jejaring global.

KKN Internasional tersebut menandai keberangkatan mahasiswa Unismuh Makassar ke lokasi pengabdian setelah melalui rangkaian persiapan yang matang. Melalui program ini, Unismuh tidak hanya membawa misi akademik, tetapi juga komitmen pengabdian berbasis kebutuhan nyata masyarakat internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sebanyak tujuh mahasiswa terlibat dalam KKN Internasional Unismuh Makassar tahun 2026. Enam mahasiswa diterjunkan ke Thailand Selatan untuk melaksanakan pengabdian di Pesantren Darul Uloom, Satun, sementara satu mahasiswa lainnya, Muhammad Rusli Unding dari Program Studi Agroteknologi, mengikuti KKN Internasional PTMA di Mesir sebagai bagian dari penguatan jejaring global universitas.

Adapun mahasiswa yang menjalani KKN di Thailand Selatan berasal dari lintas disiplin ilmu, yakni Abdul Rahim (Pendidikan Agama Islam); Baso Ichwan Chasir dan Ismawati Nur Salam (Teknik Pengairan); Melysa Zul Fitry dan Aulia Selfiana Sapar (Ilmu Administrasi Negara); serta Ummu Anggreani (Manajemen). Selama program berlangsung, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan potensi lokal setempat.

Pelaksanaan KKN Internasional di Satun dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari hingga 22 Februari 2026. Selain fokus pada pengabdian, mahasiswa juga didorong melakukan observasi sosial dan pendokumentasian praktik-praktik baik (best practices) masyarakat lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi kajian akademik maupun luaran publikasi ilmiah.

Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Muhammad Arief Muhsin, menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan instrumen strategis dalam memperluas jangkauan pengabdian masyarakat berskala global. Program ini, menurutnya, sekaligus memperkuat dampak institusional dan jejaring internasional Unismuh Makassar.

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa pengembangan program internasional sejalan dengan upaya universitas memperkuat reputasi global. Ia menyebutkan, Unismuh Makassar telah masuk dalam sejumlah pemeringkatan internasional, seperti Times Higher Education (THE) Impact Rankings, THE World University Rankings, QS Asia World University Rankings, serta UI GreenMetric.

Ke depan, Unismuh Makassar menargetkan pengiriman sedikitnya 200 mahasiswa setiap tahun untuk mengikuti kegiatan akademik dan pengabdian di luar negeri sebagai bagian dari internasionalisasi kurikulum.

Program KKN Internasional ini didampingi oleh Muhammad Yunus Ali, selaku Ketua Divisi Pengabdian LP3M, serta Wildhan Burhanuddin, yang bertindak sebagai Koordinator KKN Internasional sekaligus Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi, dan Inkubasi Bisnis. Menurut Dr. Wildhan, KKN Internasional di Thailand Selatan menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus sarana diplomasi akademik yang memperkuat citra Unismuh Makassar di kancah internasional.

Melalui KKN Internasional ini, Unismuh Makassar berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat global yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meneguhkan jati diri sebagai perguruan tinggi berorientasi global yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan kebangsaan. []Humas Unismuh Makassar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*