Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) kembali menjadi pusat kegiatan strategis persyarikatan. Kampus ini dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakerwil) Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater I-Gift lantai 2 Gedung Menara Iqra ini dihadiri oleh pengurus LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, pimpinan daerah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten/kota, serta tim LPCR-PM dan IT dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Ketua LPCR-PM PWM Sulsel, Andi Sukri Syamsuri, menjelaskan bahwa Rakerwil ini bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di daerah.
“Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan data dan laporan program yang lebih terintegrasi dari seluruh pimpinan daerah. Dengan demikian, program pengembangan cabang, ranting, dan masjid dapat berjalan lebih efektif,” ujar Andi Sukri.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat organisasi Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Salah satunya melalui program pengiriman mubalig Ramadan ke setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Sukri, program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan dakwah di masjid-masjid Muhammadiyah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan cabang dan ranting sekaligus memperkuat basis data organisasi.
“Pada Ramadan tahun ini kami menempatkan mubalig di setiap PDM. Selain berdakwah di masjid-masjid Muhammadiyah, mereka juga membantu menggerakkan cabang dan ranting serta memperkuat basis data organisasi,” katanya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abd Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh Makassar sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia menilai rapat koordinasi menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi.
“Cabang dan ranting merupakan ujung tombak persyarikatan. Jika cabang dan ranting hidup serta aktif, maka Muhammadiyah akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Da’i, menegaskan bahwa cabang, ranting, dan masjid merupakan fondasi utama gerakan Muhammadiyah.
“Cabang, ranting, dan masjid adalah fondasi gerakan Muhammadiyah. Jika ketiganya hidup dan dinamis, maka dakwah Muhammadiyah akan terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua PWM Sulsel yang membidangi LPCR-PM, Mawardi Pewangi. Ia menekankan bahwa kekuatan Muhammadiyah sebenarnya berada pada basis jamaah di tingkat cabang, ranting, dan masjid.
“Cabang, ranting, dan masjid harus terus digerakkan dan disemarakkan. Di situlah basis umat dan basis anggota Muhammadiyah berada,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perkembangan berbagai amal usaha Muhammadiyah, seperti sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga sosial, tidak terlepas dari kuatnya cabang dan ranting di daerah.
“Sekolah kita, perguruan tinggi kita, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah akan berkembang jika cabang, ranting, dan masjid dikelola dengan baik,” katanya.
Melalui Rakerwil ini, Muhammadiyah Sulawesi Selatan diharapkan semakin solid dalam mengembangkan gerakan dakwah berbasis masjid sekaligus memperkuat peran cabang dan ranting sebagai basis utama penggerak persyarikatan di tengah masyarakat.
Be the first to comment