Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FORDEK FISIP PTMA) resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2027 melalui Kongres FORDEK FISIP PTMA yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (23/1/2026).
Dalam forum tersebut, Evi Satispi, Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, terpilih sebagai Ketua Umum FORDEK FISIP PTMA. Ia didampingi Ridho Al-Hamdi, Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, sebagai Ketua I. Adapun posisi Sekretaris diamanahkan kepada Poppy Febriana, Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), sementara jabatan Bendahara diemban Juliana, Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Ketua Umum terpilih, Evi Satispi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh anggota FORDEK FISIP PTMA. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru ini merupakan amanah kolektif yang hanya dapat dijalankan secara optimal melalui kerja bersama.
“FORDEK FISIP PTMA adalah rumah besar bagi seluruh FISIP PTMA. Meningkatkan kualitas dan daya saing tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama menjadi kunci utama,” ujar Evi.
Ia juga mengajak seluruh dekan FISIP PTMA untuk memperkuat kerja sama strategis, baik dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi, penguatan riset kolaboratif, maupun percepatan agenda internasionalisasi.
“Harapan kami, FORDEK FISIP PTMA dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas global FISIP PTMA, tanpa meninggalkan nilai kebangsaan dan ideologi Muhammadiyah sebagai fondasi gerak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nurhadi, menegaskan bahwa FORDEK FISIP PTMA memiliki peran strategis dalam mengawal misi kebangsaan sekaligus merespons dinamika global.
“FORDEK FISIP PTMA harus berada di garda depan dalam menyikapi isu-isu kebangsaan dan global. Internasionalisasi penting, tetapi tetap harus berpijak pada konteks keindonesiaan dan nilai-nilai Muhammadiyah,” tegasnya.
Nurhadi juga mendorong agar FORDEK FISIP PTMA tidak berhenti sebagai ruang silaturahmi antardekan, melainkan mampu melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik, riset bersama, serta kontribusi sosial.
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, lanjutnya, menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru agar mampu memperkuat sinergi antarfakultas dan menghadirkan inovasi berkelanjutan di lingkungan PTMA.
Dengan terbentuknya kepengurusan FORDEK FISIP PTMA periode 2025–2027, forum ini diharapkan semakin solid menjalankan perannya sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi strategis, sekaligus penggerak peningkatan kualitas FISIP PTMA di tingkat nasional dan internasional.
Be the first to comment