WARTAPTM.ID, MANOKWARI — Tim dosen Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) mengimplementasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai upaya konkret memperkuat kemandirian dan produktivitas nelayan pesisir. Program ini diwujudkan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi tepat guna di wilayah pesisir Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan PkM bertajuk “Energi Terbarukan untuk Kemandirian Nelayan” ini dilaksanakan oleh tim dosen yang dipimpin Teguh Santoso, bersama Ryan Febriansyah, dan Enik Maturahmah. Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.
Program ini menyasar Kelompok Nelayan Anday Bahari dengan pendekatan pemberdayaan berbasis teknologi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan PkM ini dirancang untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi nelayan, mulai dari keterbatasan energi saat melaut hingga rendahnya nilai tambah hasil tangkapan.
Ketua tim, Teguh Santoso, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat.
“Pengabdian ini kami rancang sebagai solusi terpadu, mulai dari pemanfaatan energi surya, penggunaan teknologi penangkapan, hingga pengolahan hasil tangkapan agar memberikan dampak ekonomi bagi nelayan,” ujarnya.
Panel Surya Tingkatkan Efisiensi Operasional
Dalam implementasinya, tim PkM memperkenalkan penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif pada kapal nelayan. Sebelumnya, nelayan bergantung pada aki dengan kapasitas terbatas yang kerap menghambat aktivitas penangkapan ikan malam hari.
Kondisi tersebut menjadi kendala ketika nelayan melakukan penangkapan ikan pada malam hari. Ketika daya aki habis, nelayan harus kembali ke daratan untuk melakukan pengisian ulang. Hal tersebut menyebabkan waktu operasional berkurang, penggunaan bahan bakar meningkat, serta membutuhkan tenaga tambahan untuk perjalanan kembali ke darat.
Melalui program pemberdayaan ini, nelayan diberikan pelatihan mengenai komponen dan sistem kerja pembangkit listrik tenaga surya skala kecil. Tim pengabdian memberikan pemahaman mengenai fungsi setiap perangkat seperti panel surya, solar charge controller, baterai, dan inverter.
Para nelayan tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung melakukan praktik pemasangan sistem kelistrikan. Nelayan dilatih menyambungkan kabel dari panel surya menuju controller, controller menuju baterai, serta baterai menuju inverter sehingga energi matahari dapat dikonversi menjadi listrik yang dapat digunakan.
Setelah proses pelatihan, tim bersama kelompok nelayan melakukan pemasangan langsung perangkat panel surya pada kapal nelayan. Hasil pemasangan tersebut berhasil menghasilkan energi listrik yang dapat digunakan untuk menghidupkan lampu penerangan kapal.
Dengan adanya teknologi ini, panel surya dapat melakukan pengisian baterai pada siang hari sehingga energi listrik dapat digunakan pada malam hari untuk penerangan, pengisian telepon genggam, maupun kebutuhan peralatan elektronik sederhana lainnya. Teknologi ini memberikan efisiensi bagi nelayan karena tidak lagi harus sering kembali ke daratan hanya untuk mengisi daya aki.
Fish Finder Bantu Nelayan Lebih Tepat Menangkap Ikan
Selain pemanfaatan energi surya, tim pengabdian juga memberikan pelatihan penggunaan teknologi Fish Finder Garmin sebagai alat pendeteksi keberadaan ikan di laut.
Sebelumnya, kelompok nelayan Anday Bahari masih menentukan lokasi penangkapan ikan secara manual berdasarkan pengalaman, arah angin, kondisi laut, serta perkiraan lokasi berkumpulnya ikan. Metode tersebut memiliki keterbatasan karena tidak selalu memberikan hasil yang optimal.
Melalui penggunaan Fish Finder, nelayan mulai diperkenalkan dengan teknologi pendeteksi bawah air yang mampu membantu melihat kondisi perairan dan menemukan lokasi yang memiliki potensi keberadaan ikan.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, nelayan diberikan pemahaman mengenai cara pemasangan, pengoperasian, serta membaca informasi yang ditampilkan oleh perangkat. Dengan adanya teknologi ini, nelayan dapat menentukan lokasi penangkapan secara lebih terarah sehingga peluang memperoleh hasil tangkapan meningkat.
Penerapan Fish Finder diharapkan mampu mengurangi waktu pencarian ikan di laut, menghemat penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan efektivitas kegiatan penangkapan ikan.
Pengolahan Hasil Tangkapan Menjadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada peningkatan teknologi penangkapan ikan, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan pascapanen melalui pelatihan pengolahan hasil laut.
Tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok nelayan mengenai proses pembuatan pentol bakso ikan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pencampuran adonan, pencetakan, hingga pengemasan produk.
Sebelumnya, kelompok nelayan sering mengalami kendala ketika mendapatkan hasil tangkapan ikan dalam jumlah besar, terutama jenis ikan seperti ikan Baubara, tenggiri, layar dan tuna. Ukuran ikan yang besar serta harga jual yang relatif tinggi membuat pemasaran tidak selalu berjalan lancar. Ketika ikan tidak segera terjual, nelayan sering terpaksa menjual dengan harga lebih rendah agar tetap mendapatkan pendapatan.
Melalui inovasi pengolahan menjadi pentol bakso ikan, hasil tangkapan dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, memiliki masa simpan lebih lama, serta memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.
Selain pelatihan produksi, tim juga mendampingi kelompok nelayan dalam proses pengemasan menggunakan merek produk Pentol Ikan Manokwari Kelompok Nelayan Anday Bahari. Pendampingan juga dilakukan dalam pemasaran produk melalui toko-toko dan jaringan pemasaran lokal agar produk olahan ikan dapat diterima masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Teguh Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
“Pemanfaatan energi surya, teknologi pendeteksi ikan, dan pengolahan hasil tangkapan merupakan kombinasi solusi yang dapat membantu nelayan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi keluarga nelayan,” ujarnya.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Papua Barat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan melalui pendanaan Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat pesisir, meningkatkan kapasitas dan kemandirian nelayan, serta menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis teknologi dan inovasi.
Be the first to comment