UMS dan PCIM Britania Raya dan Irlandia Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset

UMS dan PCIM Britania Raya dan Irlandia Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset

WARTAPTM.ID, LONDON — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian, dan jejaring akademik internasional.

MoU tersebut diteken dalam rangkaian Hari Bermuhammadiyah Gembira ke-1 yang digelar PCIM Britania Raya dan Irlandia di Indonesian Islamic Centre (IIC) London, Neasden, Sabtu (19/9/2026).

Kerja sama mencakup pertukaran mahasiswa untuk studi dan riset, program akademik jangka pendek, pertukaran dosen, kolaborasi riset dan publikasi, seminar serta konferensi bersama, hingga program dosen tamu dan profesor adjung. Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama di bidang lain sesuai kesepakatan.

MoU berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan tertulis kedua pihak.

Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor UMS Supriyono dan Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir. Kemudian ada Sarjito dari UMS dan Syahirul Alim Ritonga dari PCIM Britania Raya dan Irlandia turut menjadi saksi.

Sebagai langkah lanjutan, UMS dan PCIM Britania Raya dan Irlandia akan menunjuk narahubung untuk komunikasi dan perencanaan kegiatan. Kedua pihak juga akan mengidentifikasi bidang minat bersama serta dosen dari departemen terkait untuk menyusun usulan konkret di bidang riset dan pengajaran.

Setiap program turunan dari kerja sama tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian pelaksanaan tersendiri.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari Hari Bermuhammadiyah Gembira ke-1 yang dirancang sebagai ruang silaturahim warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Britania Raya.

Kegiatan tersebut diisi dengan Muhammadiyah International Forum bertajuk “Muhammadiyah for All”, pemutaran film ESON, diskusi, serta lepas sambut warga. Sebagian besar peserta merupakan mahasiswa baru yang datang dari berbagai wilayah di Britania Raya.

Ketua Panitia Hari Bermuhammadiyah Gembira ke-1, Syahirul Alim Ritonga, mengatakan tingginya antusiasme mahasiswa baru menunjukkan kebutuhan terhadap ruang perjumpaan warga Muhammadiyah di perantauan.

“Kami bersyukur antusiasme warga, terutama mahasiswa baru, sangat tinggi. Bahkan ada yang baru beberapa hari tiba di Britania Raya dan datang jauh-jauh dari luar kota London untuk ikut kegiatan ini. Kami ingin mereka merasa punya keluarga di sini sejak awal,” ujarnya.

Ia berharap Hari Bermuhammadiyah Gembira dapat menjadi agenda rutin PCIM Britania Raya dan Irlandia.

Dalam forum “Muhammadiyah for All”, Guru Besar UMS sekaligus Ketua PCIM UK periode 2009–2011, Sarjito, menekankan pentingnya menjaga identitas Muhammadiyah sekaligus menghadirkan pelayanan yang terbuka bagi semua.

Menurutnya, semangat tersebut tercermin dalam berbagai amal usaha Muhammadiyah yang memberikan layanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat.

“Inilah sesuatu yang indah dalam pengalaman Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah tidak hanya mendidik anak Muhammadiyah. Rumah sakit Muhammadiyah tidak bertanya sebelum menolong, apakah kamu punya kartu anggota Muhammadiyah,” katanya.

Ia melanjutkan, pelayanan Muhammadiyah pada dasarnya berangkat dari kemanusiaan.

“Itulah cirinya Muhammadiyah. Orang membutuhkan pertolongan kita, kita tolong karena ia manusia,” ujar Sarjito.

Gagasan “Muhammadiyah for All” tersebut menjadi relevan bagi warga Muhammadiyah yang hidup di tengah masyarakat Britania Raya yang beragam. Nilai tersebut juga tercermin dalam kerja Muhammadiyah melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan kegiatan kemanusiaan yang manfaatnya ditujukan kepada masyarakat luas.

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir mengatakan penandatanganan MoU dengan UMS menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan peran diaspora Muhammadiyah dalam membangun jejaring keilmuan internasional.

“Hari Bermuhammadiyah Gembira kami rancang sebagai ruang berkumpul warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Inggris. Penandatanganan MoU dengan UMS di momen ini menandai langkah nyata diaspora Muhammadiyah menjadi jembatan ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Britania Raya,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi segera diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan warga.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah Gembira ke-1 turut didukung Ecobhinneka Muhammadiyah dan Pemuda Berjamaah (PB), serta disiarkan melalui kanal YouTube IIC London.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply