Unismuh Makassar Jadi PTS Teratas di Sulawesi Versi QS Asia 2027

Unismuh Makassar Jadi PTS Teratas di Sulawesi Versi QS Asia 2027

WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mencatat kenaikan 75 posisi dalam QS World University Rankings: Asia 2027. Berdasarkan data pemeringkatan yang disampaikan Unismuh, kampus ini naik dari peringkat ke-1.278 pada edisi 2026 menjadi ke-1.203 pada edisi 2027. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Unismuh sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan posisi tertinggi di Pulau Sulawesi.

Lembaga pemeringkatan internasional Quacquarelli Symonds (QS) merilis hasil pemeringkatan pada Selasa (3/11/2026). Dalam edisi 2027, QS mencakup 1.722 perguruan tinggi dari 26 sistem pendidikan tinggi di Asia, termasuk 195 institusi yang untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan.

Meski mengalami kenaikan 75 posisi, Unismuh masih berada dalam kelompok peringkat 1.201–1.300 Asia, sama seperti edisi sebelumnya. Pada tingkat Asia Tenggara, Unismuh tercatat menempati posisi ke-190. Kampus ini juga menjadi salah satu dari 116 perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam QS Asia 2027.

Selain pemeringkatan tingkat Asia, Unismuh mencatatkan posisi dalam sejumlah bidang keilmuan. Berdasarkan data yang disampaikan universitas, bidang Pendidikan (Education) berada pada peringkat ke-1.119, Kebijakan Sosial (Social Policy) pada peringkat ke-1.248, serta Seni dan Desain (Art & Design) pada peringkat ke-1.733.

Reputasi Lulusan dan Internasionalisasi Menguat

Perkembangan Unismuh juga terlihat pada sejumlah indikator penilaian QS. Salah satu peningkatan paling menonjol terjadi pada indikator reputasi pemberi kerja (employer reputation), dengan skor yang naik dari 2,2 pada edisi 2026 menjadi 13,0 pada edisi 2027.

Indikator mahasiswa pertukaran masuk (inbound exchange students) juga meningkat dari 30,9 menjadi 38,7. Sementara itu, skor proporsi dosen internasional (international faculty) naik dari 22,5 menjadi 29,5.

Adapun pada indikator lainnya, Unismuh memperoleh skor 17,0 untuk reputasi akademik dan 25,7 untuk rasio dosen terhadap mahasiswa. Sementara itu, jejaring penelitian internasional mencatat skor 8,0, sitasi per artikel ilmiah 2,8, dan publikasi ilmiah per dosen 2,7.

Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, PhD, menilai hasil pemeringkatan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas pengembangan universitas. Menurutnya, peningkatan posisi perlu diikuti penguatan kualitas akademik, produktivitas penelitian, reputasi lulusan, dan kerja sama internasional.

“QS Asia Rankings memberikan cermin yang sangat jelas tentang kekuatan dan area perbaikan kita. Fokus ke depan adalah meningkatkan kualitas dan dampak riset, memperbanyak kolaborasi publikasi internasional, serta memperkuat reputasi lulusan di mata pemberi kerja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Hartono menjelaskan, peningkatan daya saing internasional tidak cukup hanya dengan memperbanyak publikasi ilmiah. Penelitian juga perlu memiliki kualitas dan dampak yang terukur, memperoleh pengakuan melalui sitasi, serta terhubung dengan jejaring akademik lintas negara.

Karena itu, skor sitasi per artikel dan publikasi per dosen menjadi dua aspek yang perlu mendapat perhatian. Penguatan kedua indikator tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan reputasi akademik dan perluasan kolaborasi penelitian internasional.

Perkuat Tata Kelola dan Sistem Data

Dari sisi kelembagaan, Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Bidang Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan, dan Daya Saing, Dr. Burhanuddin, menekankan pentingnya sistem pengelolaan data akademik dan kelembagaan yang terintegrasi.

Menurutnya, peningkatan daya saing internasional membutuhkan dukungan data yang akurat mengenai kerja sama internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta kinerja lulusan. Data tersebut perlu terdokumentasi dengan baik agar dapat menjadi dasar evaluasi dan pengambilan keputusan universitas.

“Kami ingin memastikan outcome lulusan dapat ditelusuri dengan baik sehingga menjadi nilai tambah dalam penilaian internasional,” ujar Burhanuddin.

Ia menambahkan, penguatan sistem penjaminan mutu perlu melibatkan seluruh fakultas dan program studi. Langkah tersebut dilakukan melalui penyelarasan program kerja dengan indikator kinerja universitas, pengelolaan data secara terintegrasi, serta evaluasi capaian secara berkala.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, MT, IPU, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam pemeringkatan internasional merupakan bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan tata kelola kelembagaan.

Menurut Rakhim, hasil pemeringkatan tidak semata-mata menjadi tolok ukur persaingan antarkampus, tetapi juga bahan untuk mengevaluasi perkembangan institusi berdasarkan indikator yang diakui secara internasional.

“Pemeringkatan ini menjadi alat ukur yang memaksa kita terus membenahi kualitas akademik dan tata kelola institusi secara konsisten,” ujarnya.

Ia menyebutkan, peningkatan posisi membutuhkan perencanaan yang terukur, koordinasi antarsatuan kerja, serta dukungan data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Target kami jelas, meningkatkan posisi melalui perbaikan yang terukur, berbasis data, dan didukung eviden yang kuat,” katanya.

Kenaikan posisi dalam QS Asia 2027 menjadi salah satu capaian yang dapat digunakan Unismuh untuk mengevaluasi perkembangan institusi. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan indikator yang telah meningkat sekaligus memperkuat produktivitas dan dampak penelitian, reputasi akademik, serta jejaring internasional.

QS Asia University Rankings merupakan pemeringkatan tahunan yang menggunakan 11 indikator untuk menilai perguruan tinggi. Penilaian tersebut mencakup reputasi akademik dan pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, kinerja publikasi dan sitasi, serta internasionalisasi kampus. Pada edisi 2027, University of Hong Kong menempati posisi pertama, disusul Peking University dan Tsinghua University. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi, yakni peringkat ke-53 Asia.

BSI Emas Capek Kerja

Be the first to comment

Leave a Reply