Irwan Akib: PTMA Perlu Miliki Pusat Kajian Strategis untuk Dukung Program Persyarikatan

Irwan Akib PTMA Perlu Miliki Pusat Kajian Strategis untuk Dukung Program Persyarikatan
Irwan Akib (Ketua PP Muhammadiyah) saat memberikan amanat dalam agenda Rapat Pleno & Rapat Kerja Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Sabtu (24/1).

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) didorong untuk memiliki pusat kajian strategis yang berfungsi sebagai pusat analisis berbagai persoalan dan isu strategis. Keberadaan pusat kajian strategis di lingkungan PTMA tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga berfungsi sebagai rujukan utama dalam merespons berbagai isu strategis sosial, kebangsaan, dan perkembangan global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, dalam Rapat Pleno dan Rapat Kerja Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah yang digelar pada Sabtu (24/1/2026).

Irwan menegaskan, bahwa PTMA tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan produk-produk kajian strategis yang relevan dengan kebutuhan Persyarikatan dan masyarakat.

Menurutnya, kajian strategis sangat penting agar Muhammadiyah memiliki sikap dan langkah yang terukur dalam menghadapi dinamika zaman. Tanpa kajian yang kuat, kebijakan yang diambil berisiko tidak kontekstual dan kurang berkelanjutan. Oleh karena itu, pusat-pusat kajian di PTMA perlu difungsikan secara optimal sebagai “think tank” yang mampu membaca persoalan aktual sekaligus memproyeksikan tantangan masa depan.

Ia menjelaskan bahwa Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah saat ini tengah menjalankan program strategis untuk merumuskan arah dan agenda Persyarikatan ke depan. Dalam konteks tersebut, PTMA diharapkan serius mengembangkan pusat kajian strategis agar pada Muktamar Muhammadiyah 2027 mendatang telah tersedia rekomendasi kebijakan yang siap diimplementasikan.

“Kita masih memiliki waktu sekitar satu tahun ke depan. Ini membutuhkan kerja keras dengan berbagai dinamika yang ada di majelis. Kerja sama lintas majelis juga perlu dikolaborasikan,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyebut program pemberdayaan masyarakat dapat disinergikan dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) maupun majelis lainnya agar hasilnya lebih optimal. Irwan berharap, dalam satu tahun ke depan seluruh program Majelis Diktilitbang yang telah direncanakan dapat diselesaikan dan menghasilkan target yang optimal.

Dengan penguatan kajian strategis di PTMA, diharapkan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mampu berperan sebagai pusat pemikiran yang tidak hanya responsif terhadap persoalan kekinian, tetapi juga visioner dalam menyiapkan masa depan Persyarikatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*