Pelaksanaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional ke-VIII di Kota Makassar menunjukkan antusiasme luar biasa. Hingga menjelang pembukaan, jumlah peserta beserta pendamping diperkirakan menembus 11.000 hingga 13.000 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan OlympicAD sebelumnya.
Ketua Steering Committee OlympicAD VIII Makassar, Baharuddin, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi catatan penting, mengingat lokasi penyelenggaraan berada di luar Pulau Jawa yang memerlukan waktu dan biaya perjalanan lebih besar bagi kontingen.
“Alhamdulillah, meskipun Makassar relatif jauh dari Pulau Jawa dan membutuhkan biaya tidak sedikit, jumlah peserta justru melampaui ekspektasi. Bahkan partisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional juga lebih tinggi dibandingkan pelaksanaan sebelumnya,” ujarnya saat rapat koordinasi panitia di Gedung Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah kontingen dari berbagai provinsi telah tiba sejak 7 Februari 2026, di antaranya dari Kalimantan Utara dan Maluku Utara. Kedatangan peserta dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga 12 Februari 2026, menjelang seremoni pembukaan resmi.
38 Cabang Lomba Dipertandingkan
Ketua Divisi Acara OlympicAD VIII, Kabai, mengungkapkan bahwa pada edisi kali ini terdapat 38 cabang lomba yang dipertandingkan. Jumlah tersebut meningkat dari 32 cabang pada OlympicAD sebelumnya.
Tiga cabang baru diperkenalkan tahun ini, yakni lomba kuliner, fisika terapan, serta “Senam Anak Indonesia Hebat”. Penambahan tersebut dimaksudkan untuk memperluas ruang kompetisi sekaligus mengakomodasi minat dan potensi peserta dari berbagai bidang.
Sebagian besar perlombaan dipusatkan di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar guna memudahkan koordinasi dan mobilitas peserta. Hanya dua cabang lomba yang dilaksanakan di luar kampus, yaitu lomba kuliner yang bertempat di SMK 6 dan SMK 8 Makassar.
“Kesiapan teknis pelaksanaan lomba telah mencapai sekitar 90 persen. Ruangan, perangkat lomba, hingga sistem pengawasan juri sudah kami siapkan. Koordinasi dengan penanggung jawab cabang lomba dan dewan juri terus diperkuat,” jelas Kabai.
Panitia juga mengantisipasi potensi keberatan atau protes dari peserta maupun pendamping dengan memastikan mekanisme lomba berjalan objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Sebagai tuan rumah, panitia berkomitmen menghadirkan nuansa dan kekhasan budaya Makassar dalam rangkaian kegiatan OlympicAD VIII. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
OlympicAD VIII dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 12–14 Februari 2026. Penyelenggaraan tahun ini ditargetkan menjadi salah satu edisi yang paling berkesan dalam sejarah Olimpiade Ahmad Dahlan, baik dari sisi partisipasi maupun kualitas pelaksanaan.
Be the first to comment