Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun, Sofyan Anif, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam proses transformasi perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan saat membuka puncak acara UMMAD Fest 2026 di Islamic Center Madiun, Kampus 3 UMMAD, Selasa, 17 Februari 2026.
Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dari upaya membangun citra dan memperluas branding kampus di tengah masyarakat, baik di wilayah Madiun maupun secara lebih luas melalui media sosial.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya UMMAD Fest 2026 yang dinilai sejalan dengan visi dan misi universitas. Ia menyebut UMMAD tengah menjalani proses transformasi yang tidak lagi berada pada tahap perencanaan, melainkan sudah berjalan secara nyata.
Beberapa indikator kemajuan, menurutnya, dapat dilihat dari penguatan sistem akuntabilitas serta strategi branding yang terus dikembangkan. Salah satunya melalui pelaksanaan Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang dinilai memberi dampak positif bagi penguatan eksistensi kampus.
Mahasiswa sebagai “Sayap” Perguruan Tinggi
Rektor menekankan bahwa mahasiswa merupakan salah satu pilar utama dalam transformasi pendidikan tinggi. Ia mengibaratkan mahasiswa sebagai salah satu sayap pesawat yang menentukan kestabilan dan keberhasilan mencapai tujuan.
Jika kekuatan mahasiswa tidak optimal, maka transformasi kampus tidak akan berjalan seimbang. Sebaliknya, ketika mahasiswa mampu berperan aktif dan produktif, maka perguruan tinggi memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang dan mencapai visi yang ditetapkan.
“Perguruan tinggi tidak bisa hanya bertumpu pada dosen atau manajemen saja. Mahasiswa adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun kekuatan institusi secara menyeluruh,” tegasnya.
Inovasi dan Kreativitas Harus Dipopulerkan
Rektor UMMAD juga mendorong agar berbagai inovasi dan kreativitas mahasiswa dipublikasikan secara luas. Menurutnya, potensi dan talenta mahasiswa harus ditampilkan sebagai modal besar dalam membangun reputasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di wilayah Madiun.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, dosen, pimpinan universitas, hingga pemangku kepentingan eksternal, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun. Setiap gagasan yang berdampak positif bagi pengembangan kampus perlu diakomodasi dan diprioritaskan secara terukur.
Secara khusus, Rektor mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMMAD untuk terus mengembangkan talenta mahasiswa agar memiliki eksistensi yang kuat dan berkelanjutan. Ia berharap budaya berprestasi dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga terbentuk kultur kampus yang dikenal dengan mahasiswa bertalenta dan inovatif.
Menurutnya, kekuatan perguruan tinggi hanya akan terwujud jika seluruh elemen bergerak secara holistik dan saling mendukung.
“Tidak boleh dipisahkan antara peran dosen dan mahasiswa. Keduanya harus bersinergi agar transformasi kampus berjalan optimal,” pungkasnya.
UMMAD Fest 2026 menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan identitas kampus sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus bertransformasi melalui peran aktif mahasiswanya.
Be the first to comment