Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) terus memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui sosialisasi instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 5.0 dan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) 2.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai IV Gedung E kampus UM Kendari pada Kamis (5/3/2026) ini diikuti pimpinan fakultas, ketua program studi, serta pengelola akademik di lingkungan universitas. Sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan institusi menghadapi dinamika standar akreditasi pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Akreditasi sebagai Komitmen Mutu
Rektor UM Kendari, Muhammad Nurdin, menegaskan bahwa proses akreditasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan publik melalui sistem penjaminan mutu yang terukur.
“Melalui pemahaman yang mendalam terhadap instrumen terbaru, seluruh program studi di UM Kendari diharapkan mampu menyiapkan dokumen dan sistem penjaminan mutu secara sistematis. Ini adalah instrumen strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan kita secara berkelanjutan demi mencapai akreditasi Unggul,” ujarnya.
Adaptasi Kurikulum dan Semangat Kewirausahaan
Dalam sesi pemaparan, anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Johni Najwan, menjelaskan sejumlah aspek penting dalam implementasi APS 5.0.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk mengintegrasikan semangat kewirausahaan dalam proses pendidikan.
“Kualitas pendidikan kampus harus menyesuaikan dengan era sekarang. Salah satunya adalah memastikan lulusan kita siap menjadi pengusaha. Peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan harus bermuara pada kesiapan lulusan di dunia kerja,” katanya.
Selain itu, ia juga mengulas strategi penyusunan dokumen akreditasi melalui SAPTO 2, sistem digital yang menjadi pintu utama dalam proses pengajuan akreditasi nasional. Ketelitian dalam pengelolaan data serta sinkronisasi informasi menjadi faktor penting dalam sistem tersebut.
Peluang Akreditasi bagi Prodi Baru
Sementara itu, fasilitator SPMI Belmawa Kemendiktisaintek, Junaidin, menjelaskan bahwa program studi yang belum memiliki lulusan tetap memiliki peluang untuk meraih akreditasi unggul.
Menurutnya, kunci utama terletak pada kesiapan sistem pelacakan alumni atau tracer study yang disiapkan oleh program studi.
“Program studi yang belum memiliki alumni tetap memiliki peluang menuju Unggul. Caranya dengan menyediakan platform tracer alumni yang mumpuni. Hal ini memudahkan asesor nantinya dalam memverifikasi sistem pelacakan lulusan yang telah disiapkan institusi,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, UM Kendari berharap seluruh unit akademik semakin siap dalam menghadapi proses akreditasi dengan memperkuat sistem penjaminan mutu internal. Penguatan tata kelola akademik tersebut diharapkan mampu mendukung target peningkatan kualitas pendidikan menuju akreditasi unggul.
Be the first to comment