UNIMMA Tuan Rumah Pengajian Ramadan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kedu Raya

UNIMMA Tuan Rumah Pengajian Ramadan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kedu Raya
UNIMMA Tuan Rumah Pengajian Ramadan Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kedu Raya

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah untuk wilayah Kedu Raya. Kegiatan yang digelar di Auditorium Kampus 1 UNIMMA tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di wilayah Kedu Raya.

Peserta yang hadir berasal dari Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, hingga Kebumen. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah tersebut.

Rektor UNIMMA, Lilik Andriyani, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam memperkuat syiar dakwah di tengah masyarakat.

“Ini merupakan kehormatan bagi UNIMMA karena dipercaya menjadi penyelenggara Pengajian Ramadan se-Karesidenan Kedu. UNIMMA juga termasuk salah satu dari enam perguruan tinggi di Jawa Tengah yang mendapatkan kesempatan menyelenggarakan kegiatan yang diinisiasi oleh PWM Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Muhammad Abduh Hisyam, menjelaskan bahwa tema besar Pengajian Ramadan Muhammadiyah tahun ini adalah Aqidah Islam Berkemajuan. Tema tersebut menjadi fokus pembahasan dalam berbagai kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah selama bulan Ramadan.

“Tema yang diangkat Muhammadiyah tahun ini adalah Aqidah Islam Berkemajuan. Dalam karakteristik Risalah Islam Berkemajuan, poin pertama adalah tauhid, kemudian berlandaskan pada Al-Quran, pengembangan ijtihad dan tajdid, sikap wasathiyah, serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa aqidah dalam Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada tataran pemahaman, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Aqidah itu berarti implementasi iman dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai tersebut perlu diinternalisasikan agar warga Muhammadiyah menjadi pribadi yang berkemajuan,” tambahnya.

Kegiatan pengajian ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang menyampaikan berbagai materi keislaman dan kebangsaan. Di antaranya Dzulfikar Ahmad Tawalla yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan menyampaikan tausiyah kebangsaan.

Selain itu, Rozihan dari PWM Jawa Tengah memaparkan materi tentang Aqidah Islam Berkemajuan. Kemudian, Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah membahas mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi aktivasi platform SATUMU oleh tim media PP Muhammadiyah.

Melalui kegiatan ini, UNIMMA berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung penguatan dakwah Muhammadiyah sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan persyarikatan dalam menghadirkan Islam yang mencerahkan bagi masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*