Atlet Ju Jitsu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sabet Tiga Medali di SLC Cup 2026

Atlet Ju Jitsu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sabet Tiga Medali di SLC Cup 2026
Moh Roby, Atlet Ju Jitsu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Sabet Tiga Medali di SLC Cup 2026

WARTAPTM.ID, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Salah satu atlet ju jitsu kampus tersebut, Moh Roby, berhasil membawa pulang tiga medali sekaligus dalam ajang Super Fight Championship (SLC) Cup 2026 Road to Japan.

Dalam kompetisi yang berlangsung selama tiga hari (3-5/2026) di Surabaya tersebut, Roby meraih juara tiga pada tiga kategori berbeda, yakni newaza, fighting system, dan contact system. Ajang ini diikuti sekitar 160 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu bagian dari proses seleksi menuju kompetisi internasional.

Ajang Kompetisi Sekaligus Seleksi Internasional

Bagi Roby, keikutsertaannya dalam SLC Cup bukan sekadar bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari proses menuju level yang lebih tinggi.

“Ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bagian dari rekrutmen tim untuk ke Jepang,” ujarnya.

Awalnya, ia hanya menargetkan mengikuti dua kategori. Namun, kesempatan untuk turun di kategori contact system membuatnya harus beradaptasi lebih cepat, mengingat setiap kategori memiliki karakter teknik dan strategi yang berbeda.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah harus bertanding di kelas yang lebih berat, khususnya pada kategori newaza. Hal ini membuatnya berhadapan dengan lawan yang memiliki postur dan bobot jauh di atasnya.

“Di newaza saya naik kelas hingga 80 kg, jadi lawannya jauh lebih besar,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari strategi latihan untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang.

“Lawan terberat saya juga di newaza, dari tim besar dan dengan berat badan lebih tinggi,” tambahnya.

Mengikuti tiga kategori dalam satu ajang tentu membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. Roby harus mengatur stamina secara optimal, terutama dengan jadwal pertandingan yang padat.

“Jeda istirahatnya hanya sekitar 10 menit, setelah fighting langsung lanjut ke newaza,” jelasnya.

Ia mengaku tidak melakukan persiapan khusus saat berpindah kategori karena sudah terbiasa dengan pola pertandingan tersebut.

“Tidak perlu persiapan khusus, yang penting menguatkan niat sebelum tanding,” katanya.

Kemampuan menjaga fokus dan konsistensi akhirnya menjadi kunci hingga ia mampu menyelesaikan seluruh pertandingan dengan hasil maksimal.

Siap Hadapi Turnamen Berikutnya

Usai SLC Cup 2026, Roby langsung bersiap menghadapi kompetisi selanjutnya, yakni ajang Piala Wali Kota Surabaya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Sekarang sudah mulai persiapan lagi untuk turnamen berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari orang tua, tim, dan rekan-rekan menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya.

“Dukungan dari orang tua, teman-teman, dan tim sangat membantu saya untuk terus berkembang,” tutupnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PTMA tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di level nasional hingga internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*