Syawalan 1447 H Unismuh Makassar: Perkuat Silaturahim dan Teguhkan Semangat Islah

Syawalan 1447 H Unismuh Makassar Perkuat Silaturahim dan Teguhkan Semangat Islah
Syawalan 1447 H Unismuh Makassar Perkuat Silaturahim dan Teguhkan Semangat Islah

WARTAPTM.ID, MAKASSARUniversitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Syawalan 1447 Hijriah di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim, meneguhkan semangat islah, serta memperkuat kebersamaan sivitas akademika pasca-Ramadan.

Agenda Syawalan tahun ini dirangkaikan dengan pembukaan Darul Arqam Tahap III bagi dosen baru. Kegiatan tersebut juga menghadirkan hikmah syawalan yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse.

Ketua panitia, Dr. Ferdinan, menyampaikan bahwa Syawalan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan seluruh keluarga besar Unismuh Makassar dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Menurutnya, tradisi pasca-Idulfitri ini tidak hanya mempererat relasi personal, tetapi juga memperkuat ikatan kolektif di lingkungan kampus.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa Syawalan tidak boleh dipandang sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menekankan bahwa esensi utama kegiatan ini adalah membangun islah atau perbaikan hubungan antarsesama di lingkungan kampus.

Menurut Rektor, Syawalan harus menjadi ruang refleksi bersama untuk memperbaiki komunikasi dan memperkuat kerja sama. Ia juga menyampaikan bahwa dalam institusi besar seperti Unismuh, masih terdapat ruang-ruang yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal relasi kerja dan komunikasi internal.

“Tujuannya adalah islah, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rakhim Nanda menilai bahwa semangat Syawalan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti saling memahami, memperbaiki hubungan yang renggang, serta membangun lingkungan kerja yang lebih harmonis. Ia berharap Unismuh tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan unggul, tetapi juga sebagai rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Sementara itu, dalam hikmah Syawalan, Ambo Asse menegaskan bahwa inti dari Syawalan adalah silaturahim. Ia menyebut, baik Syawalan maupun halal bihalal memiliki pesan yang sama, yakni mempererat hubungan, menumbuhkan kedekatan, dan membangun budaya saling memaafkan.

Menurutnya, silaturahim merupakan ajaran penting dalam Islam yang harus dijaga, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya membangun nilai mawaddah wa rahmah dalam relasi sosial. Dari hubungan yang sehat dan harmonis, lanjutnya, akan lahir keteladanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Ambo Asse mengingatkan bahwa Syawalan tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Lebih dari itu, momentum ini harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh untuk menyambung kembali hubungan yang sempat renggang serta memperbaiki komunikasi yang terputus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*