WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menggelar program Darul Arqam Tahap III bagi dosen baru sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pembinaan ideologi Muhammadiyah di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 April 2026.
Ketua panitia, Ferdinan, menyampaikan bahwa dari 111 undangan yang disebarkan, sebanyak 82 dosen baru menyatakan kesediaannya untuk mengikuti kegiatan ini.
Para peserta berasal dari berbagai fakultas di Unismuh Makassar dan akan mengikuti rangkaian pembinaan selama lima hari.
Perkuat Identitas dan Nilai Kemuhammadiyahan
Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, menegaskan bahwa Darul Arqam merupakan bagian penting dari sistem pembinaan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Menurutnya, dosen baru perlu lebih awal diperkenalkan dengan nilai, identitas, dan orientasi kampus sebelum menjalankan tugas akademik secara penuh.
“Program kita di periode ini, 100 persen dosen dan karyawan Unismuh mengikuti Darul Arqam,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual dan ideologis sebagai kader Muhammadiyah.
Bagian dari Misi Dakwah Perguruan Tinggi
Rektor juga menekankan bahwa Darul Arqam merupakan bagian dari misi besar perguruan tinggi Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mengemban amanah dakwah Persyarikatan.
Melalui forum ini, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual diharapkan dapat terbangun secara utuh di kalangan dosen dan tenaga kependidikan.
Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah, Beni Setiawan, memberikan apresiasi atas konsistensi Unismuh Makassar dalam menyelenggarakan Darul Arqam hingga tahap ketiga.
Ia menilai Unismuh sebagai salah satu PTMA unggul di Indonesia Timur, tidak hanya dari sisi kuantitas mahasiswa, tetapi juga dalam meneguhkan jati diri kemuhammadiyahan.
“Darul Arqam menjadi ruang penting untuk memperkuat ideologi, komitmen dakwah, dan internalisasi nilai Islam Berkemajuan di lingkungan kampus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa seluruh dosen dan karyawan di PTMA pada dasarnya adalah kader Persyarikatan.
Ia menekankan pentingnya Darul Arqam untuk menghapus dikotomi antara kader inti dan non-kader, serta membangun kesadaran kolektif bahwa seluruh elemen kampus merupakan bagian dari gerakan Muhammadiyah.
Dalam rangkaian pembukaan, Rektor Unismuh Makassar secara simbolik menyerahkan daftar peserta kepada perwakilan PP Muhammadiyah, yang dilanjutkan dengan penyerahan ID card kepada peserta.
Prosesi ini menandai dimulainya secara resmi proses pembinaan kader melalui Darul Arqam Tahap III di lingkungan Unismuh Makassar.
Be the first to comment