Respons Bencana dari Perspektif Psikologi, HIMAPSI UNIMMA Gelar Seminar Nasional

Respons Bencana dari Perspektif Psikologi, HIMAPSI UNIMMA Gelar Seminar Nasional
Respons Bencana dari Perspektif Psikologi, HIMAPSI UNIMMA Gelar Seminar Nasional

WARTAPTM.ID, MAGELANG – Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Magelang (HIMAPSI) Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Seminar Nasional dalam rangka Pekan Psikologi 2026, Selasa (21/4). Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan Kampus 2 UNIMMA.

Mengusung tema “Sinergi Psikologi dalam Mitigasi Psikososial dan Strategi Pemulihan Trauma Pasca Bencana,” seminar ini menjadi ruang diskusi penting tentang peran psikologi dalam merespons situasi krisis, khususnya bencana.

Psikologi dan Ketangguhan di Tengah Krisis

Ketua panitia, Refi Marchela Christiani, menjelaskan bahwa tema yang diangkat menegaskan posisi strategis psikologi dalam membangun ketahanan mental individu maupun masyarakat.

“Psikologi memiliki peran penting sebagai instrumen dalam membangun resiliensi, baik pada level individu maupun kolektif. Dalam situasi bencana, keberdayaan mental menjadi modal utama untuk bertahan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan psikologis juga berperan dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana melalui intervensi yang tepat sasaran.

“Proses pemulihan dapat diakselerasi melalui pendekatan psikologis yang tepat. Karena itu, penting menghadirkan perspektif ahli terkait teknik penanganan krisis dan dukungan psikososial yang berkelanjutan,” tambahnya.

Peran Psikologi dalam Pemulihan Penyintas

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora UNIMMA, Aning Az Zahra, menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kondisi psikologis para penyintas.

“Kami berharap peserta dapat memahami praktik dan strategi efektif dalam menangani trauma pascabencana secara profesional, langsung dari para ahli,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, terutama dalam konteks kebencanaan.

“Pemulihan penyintas tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Di sinilah peran psikologi menjadi sangat penting dalam mendampingi proses tersebut,” tegasnya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif komprehensif, yakni Huda Khairun Nahar dari Muhammadiyah Disaster Management Center Jawa Tengah serta Wanadya Kusumastuti.

Keduanya memaparkan pendekatan praktis dan akademis terkait mitigasi psikososial serta strategi pemulihan trauma, baik dalam konteks bencana lokal maupun global.

Melalui kegiatan ini, UNIMMA kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan.

Penguatan kapasitas keilmuan mahasiswa, khususnya dalam bidang psikologi, menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kontribusi nyata terhadap penanganan dampak psikososial pascabencana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*