UAD Kukuhkan Empat Guru Besar, Perkuat Posisi sebagai Pusat Keunggulan Akademik

UAD Kukuhkan Empat Guru Besar, Perkuat Posisi sebagai Pusat Keunggulan Akademik
Empat Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Rektor UAD dan Ketua Senat (Foto. Humas dan Protokol UAD)

WARTAPTM.ID, YOGYAKARTAUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kapasitas akademik melalui pengukuhan empat guru besar baru. Prosesi tersebut berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat di Kampus IV UAD, Sabtu (25/4).

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya strategis kampus dalam memperkuat ekosistem keilmuan lintas disiplin, sekaligus mendorong kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat.

Empat guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang keilmuan yang beragam, mencerminkan penguatan multidisiplin di lingkungan kampus. Mereka adalah:

  • Ishafit (Pembelajaran Fisika Berbasis Laboratorium dan ICT)
  • Yudi Ari Adi (Pemodelan Matematika Interaksi Populasi)
  • Fatwa Tentama (Psikologi Kerja, Organisasi, dan Kewirausahaan)
  • Wajiran (Kritik Sastra)

Keberagaman bidang ini memperlihatkan arah pengembangan UAD yang tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi membangun kekuatan akademik secara komprehensif.

Ketua Senat UAD, Dwi Sulisworo, dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar guru besar tidak berhenti pada pencapaian personal, melainkan harus memberi dampak luas.

“UAD sudah memiliki 50 guru besar. Semoga bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga umat manusia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan orientasi keilmuan UAD yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berlandaskan nilai kebermanfaatan bagi masyarakat.

Rektor UAD, Muchlas, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam memperkuat daya saing, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar guru besar yang dikukuhkan merupakan alumni UAD, yang menunjukkan keberhasilan sistem pendidikan internal kampus.

“Kami akan terus mengikuti arahan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan BPH untuk mempercepat akselerasi lektor kepala dan guru besar, sehingga UAD dapat menjadi rujukan perguruan tinggi di lingkungan PTMA,” ungkapnya.

Saat ini, UAD tercatat memiliki jumlah guru besar terbanyak di lingkungan PTMA, dengan dukungan ratusan lektor kepala sebagai fondasi penguatan akademik.

Pengukuhan ini tidak hanya menambah jumlah profesor, tetapi juga memperkuat posisi UAD sebagai salah satu pusat keunggulan akademik di Indonesia.

Dengan percepatan pengembangan SDM akademik, UAD menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemikir dan inovator yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Be the first to comment

Leave a Reply